Saham ambruk, minyak terpuruk
Jakarta, Strategydesk - Minyak jatuh hari ini menyusul kejatuhan saham dan penguatan dollar di tengah gelombang risk aversion.
Saham regional ambruk karena kejatuhan Wall Street dipicu oleh mencuatnya kecemasan mengenai ekonomi global. Khusus di Jepang, indeks Nikkei anjlok ke level terendah dalam 16 bulan terakhir karena penguatan yen.
Saham dan minyak cenderung bergerak searah karena pelaku pasar di bursa minyak selalu mengacu pergerakan saham sebagai barometer sentimen. Semakin menekan minyak adalah penguatan dollar, yang selalu menjadi pilihan ketika terjadi kepanikan di pasar. Penguatan dollar mengurangi daya tarik komoditas karena menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Pada jam 15:34 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Oktober turun $1,13 ke $73,57 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX.
Saham dan dollar masih menjadi faktor penentu pergerakan minyak. Selama saham terus merosot, sulit bagi minyak untuk bangkit dari kejatuhan. Minyak juga sulit pulih kalau dollar masih menguat.
Even ekonomi penting hari ini adalah data sentimen konsumen AS dan FOMC Minutes. Pelaku pasar akan mencermati kedua hal itu terhadap dollar dan saham.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Keputusan the Fed dorong minyak
- Minyak sideway, di bawah $100
- Faktor Timteng Angkat Minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Minyak turun ke bawah $100
- Rencana IMF, data AS dorong minyak
- Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
- Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak



