Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
Jakarta, Strategydesk - Nouriel Roubini, ekonom yang memprediksikan krisis finansial, mengatakan Yunani kemungkinan akan keluar dari zona euro dalam 12 bulan mendatang, disusul oleh Portugal.
“Zona euro perlahan-lahan hancur,” katanya dalam diskusi panel di Davos, Swiss kemarin. Tidak hanya Yunani, beberapa negara lain pun juga terancam bangkrut,” kata ekonom yang berjulukan Dr. Doom itu.
Menurutnya, zona euro akan terjerumus ke resesi berat dan ada 50% kemungkinan dalam tiga sampai lima tahun ke depan zona euro akan bubar. “Tidak semua anggota mampu bertahan, Yunani dan mungkin Portugal bisa keluar, Yunani dalam 12 bulan ke depan, sedangkan Portuhal mungkin sedikit lebih lama dari itu,” ujarnya.
Tiga bulan lalu, Uni Eropa berhasil membantu Yunani dengan membuat para kreditor bersedia mengurangi utang negara itu sebesar 50%. Tapi memburuknya kondisi ekonomi mempersulit tujuan mengurangi utang Yunani dari 160% PDB ke 120% sampai 2020.
Dalam kesempatan itu, Roubini juga mengatakan dampak krisis finansial akan tetap terasa sampai satu dekade. Ia melihat masa sulit bagi ekonomi global dan memperingatkan tanpa perubahan kebijakan, situasi akan memburuk.
Menurutnya, sampai Eropa mereformasi dan AS serius mengurangu utangnya, ekonomi dunia akan terus merana. “Kita hidup di dunia di mana masih begitu tinggi kerapuhan ekonomi dan finansial. Begitu besar ketidakpastian, makroekonomi, finansial, fiskal, perbankan, regulasi dan perpajakan. Belum lagi ketidakpastian geopolitik, ujarnya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



