Roubini: Ekonomi AS masih butuh stimulus

Tanggal July 05, 2011 / 2:30 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Ekonomi AS membutuhkan stimulus fiskal tambahan dalam jangka pendek karena ekonomi masih lesu, menurut ekonom senior Nouriel Roubini.

“Solusi  yang dibutuhkan adalah melaksanakan program untuk mengendalikan pembelanjaan dan menaikkan pajak secara bertahan selama lima tahun ke depan,” kata Roubini di sela-sala Aspen Ideas Festival di Aspen, Colorado. Menurutnya, pemerintah AS hanya berkutat pada solusi jangak pendek, bukannya stimulus dan sesuatu berjangka menengah, jadinya kebijakannya tidak optimal.

Ia memperkirakan the Fed kemungkinan juga akan dipaksa oleh kelesuan ekonomi untuk melakukan sesuatu. “Ini QE3 setelah QE2, tidak akan akan ada bedanya tapi kita butuh stimulus moneter,” katanya. “Ekonomi kemungkinan akan tetap lesu dan masalah fiskal akan terus menjadi penghambatnya. Artinya, suku bunga akan tetap rendah untuk waktu yang amat lama,” ujarnya.

Mengenai Eropa, Roubini mengatakan Spanyol dan Italia bisa kehilangan akses pasar bila tidak mengimplementasikan program pengetatan. “Apapun yang terjadi pada Yunani, kedua negara itu tetap harus melakukannya atau kehilangan akses pasar,” tukasnya.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account