Risk appetite muncul, emas rebound

Tanggal December 16, 2011 / 2:43 pm. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk - Setelah mengalami penurunan tajam dalam tiga hari terakhir, emas mulai bangkit pada perdagangan hari ini di Asia. Logam mulia tersebut berhasil rebound lebih dari 1% setelah lelang obligasi spanyol yang memuaskan, serta bagusnya data ekonomi AS semalam.
Spanyol berhasil mengumpulkan 6,03 miliar euro dalam lelang kemarin, mendapat minat tinggi meski masih ada ketidakpastian terkait krisis utang. Dengan target 3,5 miliar euro, penjualan obligasi tenor 5, 9 dan 10 tahun itu mencapai jumlah hampir dua kali lipat yang diharapkan.
Sentimen positif lainnya didapat dari bagusnya data ekonomi AS semalam. Initial jobless claims turun sebesar 19.000 minggu lalu. Indeks manufaktur Philadelphia naik ke 10,3 di Desember dari 3,6 di bulan sebelumnya. Sedangkan Indeks manuafaktur New York, atau Empire Manufacturing naik ke 9,53 di bulan ini dari 0,61 bulan lalu. Kedua indeks itu mengindikasikan sektor tersebut di kawasan Midwest dan Timur (east coast) menggeliat kembali.
Dengan adanya perkembangan positif tersebut, maka peran dollar sebagai safe haven kini mulai surut. Minat investor untuk masuk ke asset-asset beresiko kembali mencuat. hasilnya, bursa saham global mulai rebound dan mata uang euro kembali bertengger di atas level $1.30.
Namun begitu, jika dilihat dari pegerakan selama sepekan, emas telah turun lebih dari 7%. Para pelaku pasar masih tetap mengantipasi perkembangan dari Benua Eropa. Investor masih khawatir bahwa krisis utang yang melanda kawasan Eropa akan berlanjut hingga tahun depan. Hal ini tentunya akan semakin mengangkat pamor dollar, dan emas bisa kembali melanjutkan alur bearish-nya jika dollar terus menguat.

Rekomendasi

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account