Risk appetite muncul, emas naik

Tanggal January 03, 2012 / 2:54 pm. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk - Sentimen positif awal tahun mulai menghinggapi emas. Logam mulia tersebut mengalami kenaikan lebih dari 1% menyusul meningkatnya risk appetite pada komoditas. Namun begitu, kondisi ekonomi yang masih surah bisa kembali menekan emas.
Beberapa sentimen yang mendorong kenaikan emas pada hari ini adalah positifnya data manufaktur China dan India.
Indeks PMI China naik ke 50,3 di Desember dari 49 di Nopember, menurut data yang diumumkan oleh China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) pada Minggu.
Sedangkan indeks PMI India naik ke 54,2 di Desember, tertinggi dalam enam bulan terakhir, dari 51 di bulan sebelumnya, menurut laporan HSBC Holdings dan Markit Economics kemarin.
Kedua data tersebut telah meningkatkan kembali risk appetite, membuat bursa saham Asia menguat dan berhasil mengerek harga emas, yang pergerakannya akhir-akhir ini berkorelasi dengan asset-asset beresiko.
Sementara itu, memanasnya konflik antara Iran dan AS telah memacu kenaikan harga minyak. Kemarin, Iran menguji rudal di Selat Hormuz dalam hari terakhir latihan perangnya, menunjukkan keseriusan ancamannya untuk menutup jalur distribusi minyak terpenting dunia itu.
Ketegangan antar negara tersebut bisa mendorong permintaan emas sebagai sarana safe haven. Namun, untuk saat ini pergerakan emas lebih banyak ditentukan oleh kondisi makro ekonomi dan perubahan risk appetite.

Rekomendasi :

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account