Risk appetite mencuat, emas kemungkinan turun.

Tanggal July 14, 2010 / 2:01 pm. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk - Di sesi Asia, emas bergerak stabil dan kemungkinan akan mengalami penurunan karena adanya tanda-tanda bahwa pemulihan ekonomi global mengurangi daya tarik emas sebagai safe haven.

Penguatan mata uang tunggal Eropa menjadi bukti bahwa risk appetite kembali mencuat. Euro diperdagangkan dekat level tertingginya dalam dua minggu terakhir terhadap dollar berkat serangkaian faktor yang mendorong risk appetite. Salah satunya laporan keuangan Intel yang memuaskan dan mengurangi kecemasan mengenai prospek sektor teknologi. Selain itu, PDB Singapura tumbuh 26% di kuartal kedua.

Emas di tahun ini telah mengalami kenaikan sebesar 10% karena investor mencari tempat berlindung dari prospek penurunan nilai mata uang dan pada kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi global dapat bimbang 

Emas telah naik 10% tahun ini dan mencetak rekor di Juni karena investor mencari aman dari prospek depresiasi mata uang dan kecemasan pemulihan ekonomi global akan pudar. Cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar dunia, stabil di 1.314,82 metrik ton kemarin, seperti diumumkan lewat situsnya.

Dari kajian teknikal, setelah berhasil menutup perdagangan di atas resistance 1203, emas pada perdagangan hari ini akan mencoba menguji resistance berikutnya di 1218.75. Jika pada hari ini harga mampu ditutup di atas level tersebut, maka kenaikan emas bisa berlanjut menuju area 1234.40. Sebaliknya, jika resistance tersebut gagal ditembus, dan harga masih ditutup di bawah level tersebut, maka emas berpotensi kembali terkoreksi menuju support-nya di 1203. Pemenbusan harga di bawah level tersebut akan membawa peluang turunnya emas lebih jauh menuju area 1194.20 – 1187.50.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account