Risk appetite dominasi, dollar koreksi
Jakarta, Strategy - Dollar, yang sempat menguat terhadap rivalnya karena minimnya sentimen positif, harus terkoreksi menyusul datang risk appetite, yang mendominasi pergerakan pasar seiring membaiknya sentimen.
Sentimen pasar membaik berkat serangkaian faktor, salah satunya adalah penguatan saham. Wall Street rally, ditutup menguat untuk keenam sesi berturut-turut. Laporan keuangan dari produsen aluminium terbesar ketiga dunia Alcoa dan operator jaringan kereta CSX meningkatkan ekspektasi akan baiknya kinerja keuangan korporat selama kuartal kedua.
Euro, sterling dan aussie melonjak terhadap dollar berkat optimisme tersebut, yang membuat investor memburu kembali saham dan aset berisiko. Di sesi sebelumnya, pasar bergerak stagnan dan lesu, di tengah absennya katalis. Laporan keuangan menjadi katalis yang dibutuhkannya.
Euro kembali menjelajah di kisaran $1,27 dan sterling bertengger di $1,52. Euro juga terangkat oleh hasil lelang surat utang Yunani yang dianggap sukses. Yunani berhasil mengumpulkan 1,625 miliar euro dalam lelang pertamanya sejak mendapat pinjaman siaga Mei lalu.
Yunani, yang bisa saja menggunakan pinjaman siaga itu, justru lebih memilih pergi mencari pembiayaan lewat pasar. Hasil lelang tersebut menunjukan kepercayaan investor, paling tidak untuk sementara ini. Untuk saat ini, kecemasan mengenai krisis fiskal Eropa surut.
Aussie, yang kini bergerak di kisaran $0,88, mendapat dorongan ekstra dari hasil survei Westpac yang menunjukan sentimen konsumen melonjak 11,1% menjadi 113,1 di bulan ini.
Faktor lain yang menekan dollar adalah data ekonomi AS yang buruk. Defisit perdagangan AS membengkak ke level tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir, meski ekspor meningkat. Ini pertanda baik, karena berarti konsumen meningkatkan pembelanjaan pada barang impor. Namun, defisit bisa menekan PDB di kuartal kedua.
Setelah mendominasi pergerakan pasar, apakah risk appetite mampu bertahan? Selama sentimen positif masih ada, mungkin saja. Namun, pasar juga membutuhkan katalis baru. Fokus pasar berikutnya adalah data penjualan ritel AS. Namun data itu diperkirakana akan menunjukan penjualan turun 0,2% di bulan lalu.
Penurunan yang lebih besar dari prediksi bisa memicu kecemasan mengenai pemulihan ekonomi AS, yang akhirnya menekan pasar. Sebelumnya, data lain yang terjadwal adalah data ketenagakerjaan Inggris. Klaim tunjangan pengangguran diperkirakan turun sebesar 20.000. Penurunan yang lebih besar dari prediksi akan positif untuk sterling.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-CHF

Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (09 Februari 2012)
- Euro stabil dengan fokus Yunani, ECB
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (08 Februari 2012)
- Harapan atas Yunani angkat euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (07 Februari 2012)
- Euro stabil, aussie rapuh jelang RBA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (06 Februari 2012)
- Euro rentan seiring tenggat waktu Yunani
- Rekomendasi Trading FOrex Sesi Eropa, AS (03 Februari 2012)
- Pasar konsolidasi jelang payroll
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (02 Februari 2012)
- Risk appetite, dollar tergelincir
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (01 Februari 2012)
- Ketidakpastian nego Yunani tekan euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (31 Januari 2012)



