Risk appetite, dollar tergelincir
Jakarta, Strategydesk - Dollar melemah terhadap rival utamanya seiring membaiknya sentimen berkat serangkaian data manufaktur dari berbagai negara, yang mengurangi kecemasan soal ekonomi global.
Data indeks PMI China dan Jerman yang mengindikasikan pertumbuhan di sektor manufaktur, berhasil memberi sentimen positif di saat pasar membutuhkan faktor pendorong karena minimnya perkembangan baru, terutama dari Eropa. Indeks PMI sektor manufaktur naik ke 50,5 di bulan itu, naik dari 50,3 di Desember, menurut data dari China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP). Sedangkan indeks PMI Jerman untuk Januari direvisi naik ke 51,0 dari 50,9.
Data manufaktur AS juga ternyata positif, yaitu Indeks ISM manufaktur yang naik ke 54,1 di Januari dari 53,1 di Desember. Pasar juga menyambut baik data ADP Employment Change, yang menunjukkan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebanyak 170.000 selama Januari. Meski di bawah prediksi 185.000, data itu tidak menyebabkan sentimen negatif.
Sektor manufaktur AS, China dan Jerman ternyata kembali stabil, mendorong aksi risk appetite yang membawa semua instrumen berisiko rally. Sayangnya, semua itu menghujam dollar, dengan indeksnya jatuh ke level terendah dalam delapan minggu terakhir di 78,623. Greenback semakin tergelincir, ke level terendah dalam tiga bulan terakhir, semakin mendesak Jepang untuk mengintervensi.
Mata uang komoditas seperti aussie menjadi pemenang utama, dengan rally ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir di $1,0742. Sedangkan euro berhasil menggapai $1,3166, setelah terkoreksi selama dua sesi sebelumnya. Menambah dorongan ke euro adalah berita Yunani dan kreditor semakin dekat dengan kesepakatan. Yunani dan IMF mengatakan negosiasi akan rampung dalam beberapa hari.
Tapi pasar masih enggan mendorong euro lebih jauh sebelum secara resmi dinyatakan Yunani dan kreditor sudah mufakat dan restrukturisasi siap dijalankan. Dalam beberapa minggu terakhir, Yunani menjadi fokus utama pasar. Pejabat Yunani selalu mengatakan kesepakatan sudah dekat, tapi ternyata tidak datang juga. Pasar berharap itu dapat terwujud minggu ini, harapan itulah yang masih menopang euro. Bila kesepakatan tercapai, euro berpeluang untuk menanjak lagi, bahkan berpotensi ke $1,34.
Salah satu even penting hari ini adalah kesaksian Ketua the Fed Ben Bernanke di hadapan Kongres. Ia kemungkinan akan ditanya seputar kebijakan moneter dan prospek ekonomi. Bila ia menyebut lagi potensi stimulus lanjutan, dollar bisa semakin tertekan.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (22 Mei 2012)
- Euro masih gamang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (21 Mei 2012)
- Euro rally, untuk sementara
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol



