Rilisan Data Ekonomi 23 Nopember 2011
Jakarta, Strategydesk
Rilis data harian
Jam 15.28, Jerman dijadwalkan akan merilis data Manufacturing PMI (indeks perubahan industry manufaktur) bulanan yang diperkirakan akan dirilis turun menjadi 48,5 dari data sebelumnya 49,1, maka akan berdampak negatif atau melemahkan euro dalam jangka menengah. Jika rilis data aktual lebih besar dari perkiraan, maka akan berdampak melemahkan euro dan sebaliknya.
Jam 15.28, Jerman dijadwalkan akan merilis data Service PMI (indeks perubahan industry jasa) bulanan yang diperkirakan akan dirilis turun menjadi 50,0 dari data sebelumnya 50,6, maka akan berdampak negatif atau melemahkan euro dalam jangka menengah. Jika rilis data aktual lebih kecil dari perkiraan, maka akan berdampak melemahkan euro dan sebaliknya.
Jam 15.58, Uni Eropa dijadwalkan akan merilis data Manufacturing PMI (indeks perubahan industry manufaktur) bulanan yang diperkirakan akan dirilis turun menjadi 46,5 dari data sebelumnya 47,1, maka akan berdampak negatif atau melemahkan euro dalam jangka menengah. Jika rilis data aktual lebih kecil dari perkiraan, maka akan berdampak melemahkan euro dan sebaliknya.
Jam 15.28, Jerman dijadwalkan akan merilis data Service PMI (indeks perubahan industry jasa) bulanan yang diperkirakan akan dirilis turun menjadi 46,0 dari data sebelumnya 46,4, maka akan berdampak negatif atau melemahkan euro dalam jangka menengah. Jika rilis data aktual lebih kecil dari perkiraan, maka akan berdampak melemahkan euro dan sebaliknya.
Jam 16.30, Inggris dijadwalkan akan merilis data MPC Meeting Minutes (hasil voting penentuan suku bunga acuan oleh dewan bank sentral) bulanan yang diperkirakan akan dirilis tanpa perubahan dengan hasil 0-0-9. Jika rilis data Aktual bersifat dovish atau negatif dengan adanya pertimbangan pemangkasan suku bunga, maka akan berdampak melemahkan pound dalam jangka panjang dan sebaliknya jika rilis bersifat Hawkish dengan adanya pertimbangan kenaikan suku bunga.
Jam 17.00, Uni Eropa dijadwalkan akan merilis data Industrial New Orders (persentase perubahan pemesanan baru barang dari sector industry) bulanan yang diperkirakan akan dirilis turun menjadi -2,5 persen dari data 1,9 persen, maka akan berdampak negatif atau melemahkan euro dalam jangka menengah. Jika rilis data aktual lebih dari perkiraan, maka akan berdampak melemahkan euro dan sebaliknya.
Jam 20.30, AS dijadwalkan akan merilis data Initial Claims (perubahan angka klaim pengangguran) mingguan yang diperkirakan akan dirilis naik menjadi 390 ribu pekerja dari data sebelumnya 388 ribu pekerja, maka akan berdampak negatif atau melemahkan dolar dalam jangka panjang. Jika rilis data aktual lebih besar dari perkiraan, maka akan berdampak melemahkan dolar dan sebaliknya.
Jam 20.30, AS dijadwalkan akan merilis data Durable Goods (persentase perubahan pembelian barang tahan lama) bulanan yang diperkirakan akan dirilis turun menjadi -1,0 persen dari data sebelumnya -0,6 persen, maka akan berdampak negatif atau melemahkan dolar dalam jangka menengah. Jika rilis data aktual lebih kecil dari perkiraan, maka akan berdampak melemahkan dolar dan sebaliknya.
Jam 20.30, AS dijadwalkan akan merilis data Durable Goods Ex Transportation (persentase perubahan pembelian barang tahan lama dilkuar sector transportasi) bulanan yang diperkirakan akan dirilis turun menjadi 0,0 persen dari data sebelumnya 1,8 persen, maka akan berdampak negatif atau melemahkan dolar dalam jangka panjang. Jika rilis data aktual lebih kecil dari perkiraan = maka akan berdampak melemahkan dolar dan sebaliknya.
Jam 21.55, AS dijadwalkan akan merilis data U-Michigan Sentiment (indeks perubahan sentiment ekonomi yang dilakukan dari survey Universitas Michigan) bulanan yang diperkirakan akan dirilis naik menjadi 64,5 dari data sebelumnya 64,2, maka akan berdampak positif menguatkan dolar dalam jangka menengah. Jika rilis data aktual lebih besar dari perkiraan, maka akan berdampak menguatkan dolar dan sebaliknya.
Jam 22.30, AS dijadwalkan akan merilis data Crude Oil Inventories (perubahan angka persediaan minyak mentah jenis Light Sweet) mingguan yang diperkirakan akan dirilis naik menjadi -0,3 juta barel dari data sebelumnya -1,1 juta barel, maka akan berdampak negatif atau melemahkan harga minyak mentah dunia di bursa NYMEX New York dalam jangka panjang. Jika rilis data aktual lebih besar dari perkiraan, maka akan berdampak melemahkan minyak dan sebaliknya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Data inflasi tekan sterling
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai



