Resesi global tak terelakkan?
Jakarta, Strategydesk - Menghindari resesi global mungkin menjadi mission impossible setelah Standard & Poors menurunkan rating AS, paling tidak begitu kata Nouriel Roubini.
Roubini, professor dari New York University yang mendapat julukan Dr. Doom, mengatakan resesi berarti Quantitative Easing (QE) jilid tiga dari the Fed untuk menyelamatkan ekonomi. Ia mendapat julukan itu setelah memprediksikan keruntuhan subprime mortgage yang menjadi cikal bakal krisis finansial global 2008.
Menurutnya, pengumuman S&P yang datang di saat pasar gonjang-ganjing itu menambah gejolak finansial global dan meningkatkan risiko double dip recession. S&P seharusnya menunda keputusan sampai Komite baru Kongres AS diberi kesempatan untuk membuat rekomendasi pengurangan defisit akhir tahun ini.
Ia juga mempertanyakan efektivitas langkah the Fed. “Dalam rangka meminimalkan risiko double dip recession yang sulit dihindari, atau mengurangi efeknya, diperlukan pelonggaran kebijakan. Tapi QE 3 akan terlalu kecil dan terlambat,” katanya.
Roubini mengatakan jalan menuju pemulihan akan amat terjal. Dalam artikelnya di Financial Times, ia menulis, ”menghindari resesi besar? Mungkin itu menjadi misi yang mustahil.”
Langkah yang bisa dilakukan negara maju (AS, Inggris, Jepang dan Jerman) agar tidak kehilangan akses pasar adalah dengan meluncurkan stimulus fiskal janka pendek sembari melaksanakan pengetatan fiskal jangka menengah.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



