Rencana IMF, data AS dorong minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik tajam hari ini setelah IMF berencana menambah sumber dayanya untuk mengantisipasi efek krisis utang terhadap ekonomi global. Selain itu, data ekonomi AS memberi dorongan ekstra.
IMF memperkirakan negara di seluruh dunia membutuhkan sekitar $1 triliun pinjaman selama beberapa tahun ke depan. Makanya, lembaga itu berencana menambah amunisinya sekitar $500 miliar agar dapat member pinjaman. IMF selama ini telah mengalokasikan sepertiga pembiayannya untuk bailout Eropa tapi ada kekhawatiran negara non Eropa juga butuh bantuan di tengah memburuknya prospek ekonomi.
Data perumahan AS yang bagus dan perbaikan aktivitas manufakturnya juga turut mengangkat harga minyak. Indeks perumahan NAHB naik ke 25 pada Januari dari 21 di Desember, pertanda kondisi sektor tersebut semakin pulih. Produksi industrial naik 0,4% selama Desember setelah turun 0,3% di bulan sebelumnya.
Minyak juga didorong oleh laporan American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan cadangan minyak berkurang sebanyak 4,81 juta barel minggu lalu, terbesar dalam sebulan terakhir. Cadangan bensin bertambah 4,131 juta barel dan stok distillate turun 900.000 barel. Data terpisah dari MasterCard SpendingPulse menunjukkan pembelian bensin mencapai 8,37 juta barel per hari selama minggu lalu, naik dari 8,044 juta bph minggu sebelumnya.
Pada jam 13:45 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 87 sen ke $101,46 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman Maret menguat 78 sen jadi $111,44 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak fluktuatif, ditopang saham
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China



