Rekapitalisasi bank Eropa krusial
Jakarta, Strategydesk - Anggota dewan ECB Erkii Liikanen menekankan pentingnya rekapitalisasi bank untuk menghadapi krisis utang yang dianggapnya krisis terburuk sejak Perang Dunia II.
“Bank harus bermodal cukup karena nasib bank dan negara amatlah erat,” katanya dalam wawancara dengan TV Finlandia YLE. Ia juga memperingatkan bila tidak dikendalikan, krisis utang Eropa bisa memicu krisis kredit baru. “Bila tidak diatasi, krisis bermula lagi melalui bank, dan masalah menyebar ke semua negara maju, AS, Jepang, dan Eropa.”
Pernyataan Liikanen datang sehari setelah pemimpin Jerman dan Perancis berjanji untuk mengumumkan langkah komprehensif untuk mengatasi krisis utang Eropa, merekapitalisasi perbankan, dan integrasi ekonomi zona euro pada akhir bulan ini.
Liikanen, yang juga menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Finlandia, menambahkan meski kapitalisasi bank tugas utama pemegang saham, pemerintah perlu turun tangan pada bank yang bermasalah dan perlu restrukturisasi. Ia melihat kini perbankan Eropa kesulitan mendapatkan dana dari pasar. “Terutama dana jangka panjang, dan ini menjadi masalah untuk investasi jangka panjang,” katanya.
Liikanen berpandangan bank Eropa bermodal lebih baik dibandingkan saat krisis global 2008, tapi juga mengatakan pasar sekarang menuntut lebih karena buruknya kondisi fiskal negara.
Sementara itu, Dexia, Bank Perancis-Belgia yang sedang kembang kempis menyepakati rencana penyelamatan oleh pemerintah Belgia, Perancis dan Luksemburg. Bank yang menjadi korban pertama krisis utang itu menerima opsi nasionalisasi unit Belgia oleh pemerintahnya dengan nilai 4 miliar euro dan jaminan sebesar 90 miliar euro atas pembiayaannya untuk 10 tahun ke depan.
Langkah ketiga negara itu dapat menambah tekanan ke pemerintah lain di kawasan untuk memperkuat sektor perbankannya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



