Regional terus terjungkal

Tanggal January 09, 2012 / 7:43 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk
Nikkei
       I
ndeks Nikkei semakin tenggelam di zona merah akhir pekan lalu, terjungkal karena mencuatnya masalah krisis utang Eropa, ditambah dengan penguatan yen, yang menghantam saham eksportir. Bagi pelaku pasar, nilai tukar euro saat ini mencerminkan pandangan pesimis mengenai masalah Eropa, yang kini semakin tak pasti. Indeks Nikkei ditutup melemah 98,36 poin, atau 1,16% di 8.390,35.
      Indeks Nikkei kemungkinan akan terjebak dalam range terbatas kali ini setelah indeks. Pelaku pasar mengatakan penguatan yen terhadap dollar dan euro bisa menggerus penguatan saham, khususnya kinerja saham ekspor. Yen saat ini masih berada di bawah 100 terhadap euro, setelah terapresiasi hingga ke 97,26, tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Krisis utang Eropa masih menjadi pemicu atas melemahnya indeks.

Rekomendasi



Kospi
      I
ndeks  terkoreksi tak luput dari efek kejatuhan bursa regional Jumat lalu, terdampar di zona negatif menyusul kekhawatiran mengenai krisis Eropa yang membenamkan optimisme akan ekonomi AS. Data ketenagakerjaan swasta AS menambah bukti ekonomi AS membaik, tapi isu Eropa menekan sentimen.  Indeks Kospi ditutup jatuh 20,60 poin, atau 1,11% di 1.843,14.
      Indeks Kospi belum sepenuhnya bisa bangkit perdagangan kali ini, kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa belumlah surut, yang membuat saham bertumbangan. Di sisi lain, data ekonomi AS yang mengesankan tidak mampu mengangkat sentimen investor. Pasar kini mencemaskan mengenai penjualan obligasi Italia dan Spanyol dalam minggu ini.

Rekomendasi



Hang Seng
      I
ndeks Hang Seng mengakhiri penutupan minggu lalu di zona negatif. Merosotnya kinerja saham properti dan keuangan karena kecemasan krisis utang di Eropa. Indeks Hang Seng ditutup melemah 220,35, atau 1,17% ke posisi 18.593,06.   
      Indeks Hang Seng diperkirakan akan mengalami pelemahan menyusul jatuhnya indeks Dow Jones dan S&P kendati data ketenagakerjaan dan tingkat pengangguran AS. Beberapa pelaku pasar melakukan aksi jual karena perhatian mereka terhadap permasalahan krisis utang zona euro yang masih menjadi momok. Padatnya data penting China yang terjadwal pekan ini, diperkirakan membuat indeks berfluktuasi besar. Data inflasi di Desember diperkirakan turun 4%, sedangkan PDB tahunan di kuartal empat melambat 8,7% dari 9,1% di kuartal tiga. 

Rekomendasi


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account