Regional terus merosot, waspada bargain hunting

Tanggal November 24, 2011 / 8:02 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk
Nikkei
      I
ndeks Nikkei berhasil meraih sebagian poin yang hilang setelah terjungkal ke level terendah dalam delapan bulan terakhir Selasa lalu .Kejatuhan  terjadi karena aksi jual menyusul kurangnya perkembangan berarti di AS dan Eropa terkait masalah utang. Tapi pelaku pasar tetap memperkirakan indeks berpotensi jatuh semakin dalam hingga ke level terendah sejak gempa. Indeks Nikkei ditutup turun 33,53 poin, atau 0,40% di 8.314,74.
      Indeks Nikkei masih tertekan perdagangan kali ini dimana kejatuhan bursa AS menjadi pemicunya pertumbuhan ekonomi AS yang mengalami perlambatan dan sektor manufaktur China yang mengalami kontraksi. Kejatuhan kemungkinan terbatasi, karena aksi bargain hunting yang dilakukan dengan menggunakan dana pensiun publik.

Rekomendasi


Kospi
      I
ndeks Kospi  terjungkal kemarin, tertekan oleh kejatuhan saham teknologi dan energi, di tengah kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa dan ekonomi AS. Di saat masih resah dengan perkembangan di Eropa, investor mendapatkan berita angka PDB As direvisi turun. Ekonomi AS selama kuartal ketiga ternyata hanya tumbuh 2,0%, lebih rendah dari laporan awal yang 2,5%. Indeks Kospi ditutup jatuh 43,18 poin, atau 2,36% di 1.783,10.
      Indeks Kospi kembali terjungkal kali ini karena masih dibayangi sentimen negatif global. Pasar masih resah dengan prospek ekonomi Eropa, di tengah jeratan krisis utang. Ditutupnya pasar AS nanti malam karena libur Thanksgiving akan mengurangi pergerakan pasar.

Rekomendasi


Hang Seng
      I
ndeks Hang tergelincir ke level terendah dalam enam minggu terakhir menyusul laporan sektor manufaktur China akan kontraksi bulan ini dan pertumbuhan ekonomi AS direvisi turun. Indeks Hang Seng ditutup jatuh 387,16 poin, atau 2,12%, di 17.864,43, terendah sejak 10 Oktober lalu.
      Indeks Hang Seng kembali tertekan kali ini karena merosotnya bursa saham AS. Selain itu, aktivitas manufaktur China mencapai titik terendah dalam 32 bulan terakhir, menimbulkan kekhawatiran China sedang menuju hard landing dan menambah ancaman resesi global. Tapi yang perlu diperhatikan dengan melihat kejatuhan yang begitu tajam belakangan ini, diperkirakan akan menjadi alasan sebagian pelaku pasar untuk melakukan aksi bargain hunting.

Rekomendasi

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account