IHSG ikuti negatifnya regional

Tanggal January 09, 2012 / 8:54 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Tidak adanya sentimen positif baru dari bursa regional, membuat IHSG akan kembali bergerak flat turun, setelah pada hari Jumat, IHSG memberikan signal bearish. IHSG untuk hari ini diperkirakan akan bergerak flat turun pada kisaran 3821-3925.
Level 3821 adalah suport dari trend naik jangka menengah. Selama suport ini masih bertahan, kami masih menyarankan posisi Buy On Weakness, terutama untuk saham ASII, sektor batubara, dan semen. Akan tetapi, jika suport itu gagal bertahan, pemodal sebaiknya mulai mengantisipasi potenai koreksi hingga 3600-3650.
Sentimen pasar diperkirakan sudah kembali ke krisis Eropa, setelah data-data tenaga kerja Amerika Serikat yang positif, gagal membawa indeks Dow Jones Industrial (DJI) ke teritori positif.

Global Outlook
H
arapan menguatnya bursa regional awal perdagangan minggu ini kemungkinan imbas dari membaiknya data ekonomi AS akhir pekan lalu. Kendati bursa saham AS mengalami tekanan karena belum surutnya kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa. Terus mencuatnya krisis utang ini setelah adanya masalah permodalan perbankan Eropa dan hasil lelang obligasi negara zona euro yang tidak menggembirakan.
Sementara itu, data ekonomi Jumat lalu melalui Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa data ketenagakerjaan di Desember sebesar 200 ribu dari prediksi 150 ribu, hasil ini juga melebihi data sebelumnya 120 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran di Desember diluar dugaan mengalami penurunan 8,5% dari perkiraan 8,7%. Dengan membaiknya data ini menjadikan sinyal bahwa AS masih jauh dari krisis.
Fokus pasar pekan ini selain data ekonomi, adalah rencana pertemuan bilateral. Presiden Nicolas Sarkozy akan berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel hari ini. Agenda yang terpampang jelas untuk membahas persiapan pertemuan Uni Eropa di akhir bulan. Sudah dua tahun setelah dimulai di Yunani, krisis utang telah menyebar di zona euro, mengancam dunia.
Pelaku pasar juga mencermati serangkaian data penting yang terjadwal pekan ini, termasuk inflasi dan PDB China. Selain itu, musim laporan keuangan AS juga dimulai, diawali Alcoa Inc hari ini.

Review IHSG
G
agal memanfaatkan momentum bullish-nya, Indeks Harga Saham Gabungan malah terlempar dari area 3.900 pada penghujung perdangan minggu kemarin.
Posisi IHSG yang memang sudah overbought pasca kenaikannya pada awal tahiun, membuat pelaku pasar tergiur untuk melakukan aksi profit taking. Kondisi ini kemudian diperparah oleh mencuatnya kembali kekhawatiran masalah krisis utang Eropa.
Koreksi IHSG ini dipicu oleh sembilan sektor yang melemah. Beberapa sektor yang mencatatkan penurunan terbesar antara lain sektor consumer yang turun 2,28%, sektor infrastruktur turun 1,44%, dan sektor industri dasar yang turun 1,40%. Sementara satu-satunya sektor yang berhasil naik adalah sektor konstruksi dengan kenaikan 0,54%.
Menutup perdagangan, Jumat (6/1/2012), IHSG anjlok 36,849 poin (0,95%) ke level 3.869,415. Sementara Indeks LQ 45 melemah 8,762 poin (1,27%) ke level 682,926.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Surya Citra (SCMA), Fastfood (FAST), Century Textille (CNTX), dan Sorini Agro (SOBI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Unilever (UNVR), Indo Tambangraya (ITMG), dan Roda Vivatex (RDTX).

Ulasan Teknikal
IHSG

I
ndikator stochastic yang mulai dead cross di area overbought member sinyal negatif bagi IHSG. Sementara pola long black candlestick telah mengkonfirmasi kemenangan seller setelah terbentuk pola doji pada perdagangan sebelumnya. Tekanan jual sepertinya masih bisa berlanjut, namun terlihat bahwa secara keseluruhan MA masih menunjukkan potensi bullish selama indeks  masih mampu bertahan di atas area support 3.830. Jika support tersebut mampu dipertahankan, IHSG masih mempunyai ruang penguatan untuk kembali menguji resistance di 3.950. Sebaliknya jika support di 3.830 ini ditembus, koreksi IHSG bisa berlanjut  menuju area 3.800 – 3.750. Untuk hari ini, IHSG masih diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.830 – 3.930.

R3    3954
R2    3930
R1    3900
   
Pivot    3876
   
S1    3846
S2    3822
S3    3792

Stock Pick
BBRI

S
ecara trend BBRI masih terlihat bullish, hal ini terlihat dari garis trend, serta MA yang masih bergerak uptrend. Namun begitu, beberapa indikator mulai menunjukkan potensi reversal dan harga kini sudah mendekati area resistance-nya di 7.050 – 7.250. Jika Resistance tersebut kembali gagal ditembus, BBRI mempunyai ruang koreksi menuju area 6.750 – 6.600. Sementara bullish continuation akan terkonfirmasi jika resistance tersebut ditembus, dan BBRI mempunyai potensi penguatan lanjutan menuju area 8.500 – 9.300.
Rekomendasi     : Buy on weakness @6.750, stop los breakout 6.600, target 7.000
Support                : 6.750, 6.600
Resistance          : 7.050 - 7.250

ULTJ

M
asih berada dalam trend bearish, namun sinyal-sinyal reversal mulai terlihat pada grafik ULTJ.  Dimulai dengan tertahannya harga di atas level support 1.000 dengan membentuk pola white opening marubozu pada candlestick, mengindikasikan bahwa kekuatan buyer mulai muncul. Kemudian diikuti dengan terjadinya golden cross pada stochastic, menandakan harga akan bergerak bullish. Kami melihat bahwa harga saat ini akan kembali menguji resistance di 1.120, yang sekaligus akan mengkonfirmasi kenaikan menuju area 1.300, jika berhasil di tembus.
Rekomendasi     : Buy break 1.120, stop loss 1.070, target 1.300
Support                : 1.030, 1.000
Resistance          : 1.120, 1.300

Rekomendasi
Stock Screener

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account