Regional anjlok, IHSG bisa rontok

Tanggal November 10, 2011 / 9:13 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Eropa kembali bergejolak. Kenaikan imbal hasil dari surat hutang Italia menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa Italia akan bernasib sama dengan Yunani. Ini masih diperburuk dengan komentar-komentar dari pemimpin Eropa yang menandakan adanya keretakan Uni Eropa.

Secara teknikal, kami memang tengah menanti wave c pada IHSG dan Indeks Dow Jones Industrial (DJI). Wave c ini akan membawa IHSG ke kisaran 3525-3650, dan DJI ke 11450-11750 dahulu, sebelum keduanya melanjutkan trend naik jangka menengah dan jangka panjangnya. Akan tetapi, karena koreksinya terjadi dalam sehari dengan tanpa peringatan, maka kita sebaiknya juga mensikapinya dengan hati-hati.  Karena trend naik jangka menengah dan panjang masih trend naik, kami tetap menyarankan untuk posisi Buy On Weakness ketika IHSG sudah mencapai kisaran 3525-3650.  Saham pilihan: ASII, GGRM, BMRI, BBRI, BBCA, dan UNTR.

Saham regional bertumbangan di awal perdagangan hari ini menyusul kenaikan yield obligasi Italia yang menimbulkan keresahan ekonomi terbesar ketiga Eropa itu akan terpaksa meminta bailout, skenario yang semakin membuka ancaman bubarnya zona euro.
Saham dan euro terjungkal menyusul lonjakan yield obligasi Italia itu. Yield obligasi bertenor 2 dan 10 tahun menembus 7%, level yang membuat biaya utang sulit ditanggung. Utang Italia mencapai hampir 2 triliun euro atau 120% PDB.
Pasar khawatir dana talangan Eropa dan IMF tidak akan cukup untuk membailout ekonomi terbesar ketiga Eropa itu. Krisis utang Italia ini menjadi tahap baru krisis utang Eropa.
Investor melepas aset berisiko seperti saham, yang membuat indeks utama dunia terjungkal. Indeks Dow Jones terjun 389 poin, indeks Nasdaz tergelincir 105 poin.
Sempat ada berita ECB membeli secara agresif obligasi Italia untuk meredam yield-nya.

Review
Saham regional bertumbangan di awal perdagangan hari ini menyusul kenaikan yield obligasi Italia yang menimbulkan keresahan ekonomi terbesar ketiga Eropa itu akan terpaksa meminta bailout, skenario yang semakin membuka ancaman bubarnya zona euro.
Saham dan euro terjungkal menyusul lonjakan yield obligasi Italia itu. Yield obligasi bertenor 2 dan 10 tahun menembus 7%, level yang membuat biaya utang sulit ditanggung. Utang Italia mencapai hampir 2 triliun euro atau 120% PDB.
Pasar khawatir dana talangan Eropa dan IMF tidak akan cukup untuk membailout ekonomi terbesar ketiga Eropa itu. Krisis utang Italia ini menjadi tahap baru krisis utang Eropa.
Investor melepas aset berisiko seperti saham, yang membuat indeks utama dunia terjungkal. Indeks Dow Jones terjun 389 poin, indeks Nasdaz tergelincir 105 poin.
Sempat ada berita ECB membeli secara agresif obligasi Italia untuk meredam yield-nya.

Ulasan Teknikal
Belum ada sinyal negatif, kecuali bahwa saat ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang mendekati resistance di 3.875. Penembusan resistance tersebut akan memberikan bullish continuation menuju area 4.000 – 4.050. Sebaliknya, jika IHSG masih tertahan di resistance tersebut, ada potensi IHSG untuk mengalami koreksi menuju area 3.800 – 3.780. Sementara itu, trend jangka pendek bisa berbalik bearish jika IHSG berhasil ditutup di bawah level 3.780, untuk target bearish selanjutnya di 3.700 – 3.680. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.780– 3.875.


Rekomendasi

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account