RBA pangkas rate ke 4,5%
Jakarta, Strategydesk - Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunganya untuk pertama kalinya sejak April 2009 dalam rangka menjaga pertumbuhan di tengah menurunnya inflasi dan kondisi global yang semakin tidak pasti.
RBA memangkas rate-nya sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Keputusan itu datang menyusul serangkaian data yang memperlihatkan ekonomi domestik melambat dan menyusul penurunan tajam inflasi dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini tidak lepas dari perkembangan global.
Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan informasi terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan global, meski belum terlihat adanya indikasi terulangnya krisis. Ia juga melihat pertumbuhan ekonomi AS membaik di kuartal ketiga, tapi masih moderat.
“Di China, pertumbuhan terlihat melambat, sesuai dengan keingingan pemimpinnya. Output di Asia pulih dari efek bencana Jepang, dan permintaan domestik di kawasan itu masih tumbuh. Tapi, kinerja perdagangan mulai merasakan efek perlambatan ekonomi di Eropa, dimana prospek ekonominya diperkirakan semakin suram,” katanya.
“Dengan pertumbuhan melambat, inflasi kemungkinan semakin dekat ke target dan dewan menyimpulkan kebijakan moneter yang lebih netral akan konsisten dengan tujuan mencapai pertumbuhan berkesinambungan dan inflasi di 2-3%,” katanya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



