Rating Obama akhirnya membaik
Jakarta, Strategydesk - Hadiah Natal terbaik yang mungkin didapatkan Presiden Obama adalah berita dari Gallup, lembaga survei ternama yang baru saja mengumumkan approval rating-nya.
Berkat keberhasilannya memenangkan pertarungan atas Republik, dengan menolak memungut pajak ke 160 juta pekerja Amerika, popularitas Obama meroket. Dalam seminggu lalu, tingkat popularitas Obama melonjak ke level tertinggi dalam setengah tahun terakhir. Sebanyak 47% responden kini menganggap positif kinerja Obama, menurut Gallup.
Angka itu merupakan kenaikan 5% dari survei minggu sebelumnya, ketika ia dengan kubu Republik bertarung soal tak rebate. Selain itu, jumlah orang yang tidak menyukainya, atau disapproval rating, turun ke 45%, ini berarti pertama kalinya lebih banyak responden yang menyukai Obama dibandingkan yang tidak suka, meski perbandingannya hanya 3%.
Minggu lalu, Presiden sukses menggolkan gagasan memperpanjang pemotongan pajak pekerja selama dua bulan. Para pembuat kebijakan di Kongres akan membahas perpanjangan hingga satu tahun penuh pada wal tahun depan. Tanpa perpanjangan itu, pekerja Amerika akan harus membayar tambahan pajak sekitar $1000 mulai 1 Januari.
Para pengamat mengatakan terlalu dini untuk mengambil kesimpulan mengenai prospek Obama pada pilpres 2012, di mana ia akan berusaha meraih masa jabatan kedua. Tapi, menurut Gallup, ini merupakan modal penting dan tanda positif pertama ia punya peluang menang lagi.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



