Rating kredit Yunani terendah di dunia
Jakarta, Strategydesk - Yunani mendapat prediket kredit terendah di dunia setelah Standard & Poor’s menurunkan peringkatnya dan memperingkatkan segala bentuk restrukturisasi sama saja dengan default.
Standard & Poor’s menurunkan peringkat kredit Yunani ke level terendah di dunia dan memperingatkan segala bentuk restrukturisasi sama saja dengan default. S&P memasukkan rating Yunani ke status junk, di level CCC dari B. Yunani menempati level terbawah dari 100 negara yang ada di daftar S&P.
Yunani kini punya rating yang lebih rendah dari negara seperti Pakistan dan Ekuador, yang tertutup dari pasar internasional sejak default pada 2009. Biaya menjamin surat utang Yunani sekarang dua kali lipat biaya jamin obligasi Pakistan.
Langkah S&P ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan sosialis, yang berusaha menggolkan program pengetatan ke Parlemen dalam rangka menjaga kucuran bailout dari Uni Eropa dan IMF.
Setahun setelah Athena diberikan bailout sebesar 110 miliar euro, kedua lembaga itu kini sedfang membahas bailout kedua. Beberapa negara seperti Jerman tidak mau memberikan bantuan tanpa peran dari kreditor swasta.
S&P mengatakan para pejabat Eropa semakin mungkin untuk memberlakukan restrukturisasi pada utang Yunani, bisa melalui pertukaran obligasi atau memperpanjang waktu jatuh tempo, sebagai alat agar investor ikut menanggung beban.
Menurut S&P, transaksi semacam itu lebih buruk dari pemberian utang kembali. Oleh karenanya, lembaga tersebut transaksi itu sebagai de facto default. Bila ini terjadi, status kredit Yunani akan diturunkan lagi ke Selective Default (SD), sedangkan peringkat instrument utangnya diturunkan ke D.
S&P mengatakan outlook-nya tetap negatif, mengindikasikan penurunan lanjutan mungkin terjadi pad 12 sampai 18 bulan mendatang. S&P juga mengatakan kemungkinan akan menurukan rating empat bank Yunani, National Bank of Greece, EFG Eurobank Ergasias, Alpha Bank, dan Piraeus Bank.
Sementara itu, Para menteri keuangan Eropa akan mengadakan pertemuan darurat hari ini untuk membahas Yunani. Menurut pemberitaan dari Financial Times, pertemuan itu diadakan untuk mencapai kesepakatan soal bailout kedua untuk Yunani, yang diperkirakan mencapai 85 miliar euro sampai 2014.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



