Rating kredit AS pun terancam
Jakarta, Strategydesk - Setelah berencana me-review peringkat kredit Jepang dan menurunkan peringkat utang Yunani ke status junk, Moody’s Investor Service mengancam akan mengevaluasi rating kredit AS untuk kemungkinan penurunan karena kekisruhan anggaran yang tak kunjung usai.
Moody’s memperingatkan akan menempatkan rating “Aaa” pemerintah AS untuk kemungkinan downgrade secepatnya bulan depan bila tidak ada kemajuan soal pembahasan menaikkan batas utang $14,3 triliun dan memangkas defisit.
Peringatan Moody’s meningkatkan tekanan ke pemerintah dan Kongres untuk segera mencapai kesepakatan atau mengguncang pasar keuangan global. Tak lama pasca pengumuman dari Moody’s, pertemuan di Gedung Putih menggambarkan sulitnya mencapai kesepakatan. Kubu Demokrat bersikeras menaikkan pajak, opsi yang ditentang Republik, sebagai bagian kesepakatan untuk memangkas defisit.
Departemen Keuangan AS memperkirakan akan mencapai default pada 2 Agustus nanti bila tidak ada kenaikan batas utang. Menteri Keuangan Timothy Geithner, yang berjuang untuk meyakinkan Kongres agar menaikkan batas utang dan mencegah default, pergi ke Capitol Hill pasca peringatan Moody’s. “Saya yakin dua hal akan terjadi musim panas ini, yaitu kita akan menghindari default dan mencapai kesepakatan soal rencana fiskal janghka panjang, “ kata Geithner.
Moody’s juga mengancam akan menurunkan peringkat tiga bank besar AS. Bank of America, Citigroup dan Wells Frago kemungkinan akan diturunkan di saat Moody’s mengevaluasi apakah pemerintah AS akan membatasi sokongan ke tiga bank itu.
Sejak krisis finansial, rating ketiga bank itu terangkat oleh asumsi AS akan menyediakan bantuan ekstra bila mereka bermasalah lagi. Moody’s mengatakan akan mengevaluasi kekuatan finansial ketiga bank itu dan kelayakan kredit mereka.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



