Publik Jerman ingin Yunani keluar dari euro
Jakarta, Strategydesk - Sebagian besar publik Jerman memandang zona euro akan lebih baik bila Yunani keluar, menurut hasil jajak pendapat yang dipublikasikan kemarin.
Hasil polling Emnid yang diumumkan melalui surat kabar Bild am Sonntag menunjukan sebanyak 53% responden mengatakan Yunani sebaiknya kembali ke mata uang lamanya, drachma. Hanya 34% yang merasa Yunani boleh tetap di euro. Hasil polling itu juga menyebutkan sekitar 80% responden menolak pemberian paket bantuan kecuali Yunani mau melaksanakan reformasi atau pengetatan.
Hasil polling itu mencerminkan pandangan warga Jerman mengenai masalah Yunani dan potensi efek buruknya terhadap euro. Survei itu juga menunjukkan mereka kritis terhadap pemberian bailout ke Yunani, yang mereka anggap menggunakan uang pajak dari mereka.
Koalisi Yunani harus mengatakan ke Uni Eropa hari ini apakah menerima persyaratan ketat dari bailout senilai 130 miliar euro dalam rangka menghindari default berantakan. Para pemimpin Yunani harus menyediakan jawaban atas tuntutan dari Uni Eropa, ECB dan IMF mengenai langkah-langkah penghematan, termasuk pemotongan upah.
Para menteri zona euro berharap pertemuan hari ini dapat menfinalisasi bailout kedua untuk Yunani, yang punya waktu sampai pertengahan Maret sebelum default. Tapi tanpa langkah penghematan, yang termasuk pemotongan upah di negara yang memasuki tahun kelima resesi, Uni Eropa mengatakan tidak bisa menyetujui bailout kedua.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



