Prospek ekonomi global suram
Jakarta, Strategydesk - Wakil Perdana Menteri China Wang Qishan mengatakan prospek ekonomi global tetap suram, berpotensi terjerumus ke dalam resesi panjang. Karenanya AS dan China perlu bekerja untuk menyeimbangkan pertumbuhan.
“Kondisi ekonomi global masih suram, dan memastikan pemulihan perlu menjadi prioritas utama,” katanya dalam pembicaraan dagang dengan AS hari ini. Ia juga mengatakan AS dan China perlu bekerja sama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang seimbang. “Pemulihan yang tidak merata lebih baik dari resesi merata,” katanya.
Di akhir pekan, wang juga memperingatkan bahaya resesi global, yang dapat memaksa China untuk melakukan reformasi finansial untuk menghadapinya. “Saat ini situasi ekonomi sangat serius dan tidak pasti. Satu-satunya hal yang dapat dipastikan adalah resesi dunia yang disebabkan oleh krisis internasional akan berlangsung panjang,” katanya.
Pernyataan yang bearish ini bisa menjadi indikasi persiapan Beijing melonggarkan kebijakan moneter seiring penurunan harga properti dan masalah ekonomi di dua pasar ekspor terbesar, Eropa dan AS. Pernyataan ini juga mencerminkan kekhawatiran di antara pejabat akan rentannya sektor keuangan terhadap gejolak ekonomi dunia.
Wang mengatakan masalah struktural menghinggapi industri keuangan China dan Beijing perlu membuat kebijakan moneter yang fleksibel, terukur, dan beroirentasi ke depan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



