Prospek ekonomi Eropa lebih baik dari AS?
Pasar berusaha mengimbangi sentimen terhadap tiga kawasan dengan tiga kondisi ekonomi yang berbeda. Pertama adalah AS, yang terlihat sedang mengalami perlambatan ekonomi, bahkan ditakutkan terjerumus kembali ke resesi.
Kedua, Eropa, yang terjerat krisis fiskal dan harus melaksanakan program pengetatan anggaran. Namun, tiba-tiba mengejutkan dunia dengan menunjukan perbaikan aktivitas.
Ketiga adalah Asia, yang berhasil tumbuh pesat di saat AS dan Eropa lesu, ditopang oleh China dan India. Begitu pesatnya sampai membuat pasar cemas akan kemungkinan pengetatan kebijakan. Ekonomi Asia dinilai relatif lebih baik dibandingkan AS dan Eropa. Oleh karena itu, pasar berharap Asia menjadi penopang pemulihan ekonomi global.
Namun, pasar kini melihat gejala pergeseran kondisi antara AS dan Eropa. Sentimen bisnis Jerman naik tajam, sedangkan sentimen konsumen AS jatuh. Ekonomi Inggris mencatat pertumbuhan terpesat dalam 4 tahun terakhir. Sementara itu, PDB AS di kuartal kedua diperkirakan melambat.
Pertumbuhan ekonomi tahunan Inggris selama kuartal kedua mencapai 4,4%. Mengkaji lebih dalam, perbedaan antara AS dan Inggris semakin tajam. Hampir semua pertumbuhan ekonomi Inggris datang dari sektor swasta, terutama konstruksi dan jasa. Data PDB AS besok diperkirakan akan menunjukan masih besarnya kontribusi pembelanjaan pemerintah, yang harus menutupi perlambatan pembelanjaan konsumen.
Bersamaan dengan data PDB Inggris, laporan lain menunjukan sentimen bisnis Jerman naik ke level tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Di AS, sentimen konsumen turun tajam.
Tiga bulan yang lalu, pasar panik karena Eropa sedang dirundung masalah utang dan terancam mengalami gejolak ekonomi. Tapi kini, membaiknya indikator ekonomi, termasuk sentimen bisnis Jerman, yang memprediksikan pertumbuhan ekonomi yang membaik di kuartal kedua, dan penjualan surat utang yang sukses, mengubah prospeknya.
Kini, pasar justru semakin cemas dengan kondisi di AS. Data hari ini diperkirakan akan menunjukan PDB AS melambat ke 2,5% di kuartal kedua tahun ini dari 2,7% kuartal pertama dan 5,6% kuartal keempat 2009. Perlambatan ekonomi ini memang sudah ditunjukan oleh serangkaian data, termasuk dari sektor manufaktur, yang memperlihatkan penurunan aktivitas.
Apakah berarti kondisi di Eropa terus membaik? Perlu diingat, beberapa negara zona euro, yaitu Yunani, Portugal, Italia dan Irlandia, masih tenggelam dengan masalah utang yang diperlukan waktu beberapa tahun untuk bisa dituntaskan. Spanyol, yang juga punya masalah utang, tingkat penganggurannya mencapai 20%.
Yunani contohnya, rasio utang terhadap PDB-nya mencapai 95%. Pada 2013, diperkirakan mencapai 149%. Pengurangan utang merupakan proses yang memakan waktu yang lama. Oleh karena itu, belum dapat dikatakan Eropa telah melewati kondisi terburuknya.
Setelah kuartal kedua, tingkat pertumbuhan diperkirakan melambat di semester kedua tahun ini. Hal ini bisa membuat pasar cemas dan menginterpretasikannya sebagai indikasi kontraksi, yang kemudian dapat meningkatkan kecemasan mengenai krisis fiskal.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jadwal Earnings Jepang 30 Januari - 10 Februari 2012
- Jadwal Libur Pasar Keuangan AS, Asia 2012
- ECB terseret polemik krisis
- Bayang-bayang Lehman Brothers hantui politisi & bankir Eropa
- Negara pengutang terbesar di dunia
- Yunani sebaiknya keluar dari euro?
- Krisis utang Eropa yang belum juga tuntas
- Even penting minggu ini: RBA, BOJ, BOE & ECB
- Kaleidoskop 2010: Krisis utang Eropa
- Dapatkah QE 2 pulihkan ekonomi AS?
- The Fed bersiap luncurkan stimulus (lagi)?
- Akankah Jepang intervensi yen?
- Prospek ekonomi Eropa lebih baik dari AS?
- Pasar sambut earnings season
- Apakah euro menuju paritas dollar?



