Profit taking masih melanda IHSG
Jakarta, Strategydesk - Dalam perdagangan hari ini, IHSG sepertinya akan dirundung aksi ambil untung, di tengah koreksi bursa global. Kondisi global kembali tidak kondusif, karena mencuatnya kecemasan mengenai pemulihan ekonomi dunia.
Wall Street terkoreksi tajam karena kecemasan tersebut, yang membuat volum transaksi mencapai titik terendahnya tahun ini. Data pembelanjaan dan pendapatan konsumen, yang menunjukan kenaikan, tidak dapat mengurangi kecemasan itu.
Bursa regional juga koreksi hari ini, di mana indeks Nikkei terjungkal hingga 200 poin. Selain karena Wall Street, penguatan yen juga menjadi faktor penyebab kejatuhan itu.
Kondisi ini tentunya akan menggugah minat untuk melakukan profit taking. Apalagi dari dalam negeri belum ada sentimen positif. Selain itu, pelaku pasar akan bersikap wait-and-see menjelang data inflasi Agustus yang akan diumumkan besok. Inflasi tahunan di bulan itu diperkirakan mencapai 6,69%, naik dari 6,22% bulan sebelumnya.
Meski dirundung, tekanan, bila aksi beli selektif terjadi, kejatuhan masih bisa diredam. Saham seperti Indofood Sukses Makmur (INDF), menjelang penawaran IPO anak usahanya, Indofood CBP. Saham lainnya Bank Bukopin (BBKP), terkait rencana akuisisi oleh Jamsostek.
Sementara itu, Bursa saham dunia bertumbangan hari ini, dengan Wall Street terjerembab karena rendahnya volume transaksi di tengah kecemasan mengenai ekonomi global. Rupanya, pernyataan Ketua the Fed Ben Bernanke, yang menjamin kesigapan the Fed menjaga pemulihan ekonomi, tidak berdampak lama.
Sebenarnya, Bernanke hanya mengulang “mantra” nya yang digunakan selama ini, tanpa dibarengi dengan tindakan. Memang, ia hanya berusaha menenangkan pasar, yang gelisah dengan perkembangan ekonomi AS. Namun, tanpa ada langkah kongkrit, kecemasan akan terus datang kembali.
Bursa regional juga kembali babak belur, dengan indeks Nikkei tergelincir hingga 200 poin karena penguatan yen kembali.
Langkah BOJ, yang menambah dan memperpanjang program pinjamannya, belum mengatasi penguatan yen. Langkah tersebut tidak mengejutkan pasar, yang sempat berharap BOJ mau membuat gebrakan. Data produksi industrial Jepang yang lebih baik dari prediksi tidak mampu mengurangi sentimen negatif di bursa.
Data yang terjadwal hari ini adalah data ketenagakerjaan Jerman dan zona euro. Data lainnya indeks perumahan dan sentimen konsumen AS. Indeks sentimen konsumen AS diperkirakan naik ke 51,0 di Agustus dari 50,4 di Juli. Data yang meningkatkan kecemasan mengenai ekonomi AS, akan menekan Wall Street.
Review
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis kemarin. Investor memanfaatkan kenaikan tinggi IHSG tadi pagi untuk melakukan aksi ambil untung.
Mengawali perdagangan, IHSG langsung melesat tinggi dipicu aksi beli massif pada saham-saham unggulan di segala sektor. Penguatan bursa-bursa regional Asia yang lanjut naik juga memberikan proyeksi positif pada pergerakan pasar.
Rupanya, kenaikan ini dimanfaatkan oleh sebagian pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking). Tekanan jual pun melanda sebagian saham-saham unggulan hampir di semua sektor.
Koreksi ini menjadikan IHSG menjadi satu-satunya bursa di Asia yang mengalami koreksi.
Untungnya, pada akhir perdagangan terjadi perlawanan dari kubu pembeli, sehingga IHSG pun hanya terkoreksi tipis. IHSG tergelincir sebesar 0,17 persen ke level 3.099,565. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 1,230 poin (0,20%) ke level 585,450.
Data transaksi asing masih mencatat pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 48,645 miliar.
Sebanyak 97 saham mengalami koreksi, dan tak mampu mengimbangi 87 saham yang mengalami kenaikan. Sementara, sebanyak 83 flat.
Perdagangan hari ini mencatat nilai perdagangan sebesar Rp 2.594,4 triliun, dengan total volume 5,3 miliar.
Ulasan Teknikal
IHSG
Pergerakan IHSG masih bergerak didalam batas-batas range atas 3146 dan batas range bawah 3089. Ditutup diharga 3099 memberikan penekanan akan adanya indikasi untuk mecoba kembali area bawah (3089) yang menjadi level kritikal terjadinya koreksi. Meski seluruh element ichimoku masih memberikan gambaran akan TREN NAIK SKALA KUAT, namun perlu diwaspadai terjadinya koreksi, hal ini ditandai oleh chikouspan membentuk pola koreksi dan adanya aspek flat pada kijun sen (merah). Target koreksi kami tempatkan di 3054 - 3020, untuk target atas di 3146.
Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 100 %, hari ini : 80 % (Terjadinya penurunan presentase tren naik)
Strategy:
Wait and see
Support : S3 : 3031.12, S2 : 3060.38, S1 : 3079.97
Pivot : 3109.23
Resistance : R1 : 3128.82, R2 : 3158.08, R3 : 3177.67
Rekomendasi
COWL
Breakout yang terjadi pada garis upper channel resistance telah memberi konfirmasi bullish reversal bagi COWL. Hal ini diperkuat pula dengan terbentuknya pola long white candlestick yang diiringi dengan besarnya volume. Indikator RSI dan stochastic masih memberikan potensi extend bullish, sementara MA 10 dan 55 juga berpotensi golden cross, makin mendukung pola reversal tersebut. Target channel yang berada di 111 telah berhasil diraih. Kini level tersebut akan menjadi area resistance-nya. Penembusan harga di atas resistance tersebut, bisa memberikan potensi kenaikan lebih jauh menuju area 124 (Fibonacci extension 161.8%). Namun begitu, dengan diraihnya target channel tersebut, perlu diwaspdai adanya koreksi menuju area 101 – 97. Rekomendasi : Take profit at resistance level 124. Buy back on support level 97, stop loss 92, target 124. Support : 101, 97. Resistance : 111, 124.
TLKM
Garis uptrend channel yang terbentuk menunjukkan bahwa secara tren TLKM masih tetap bullish. Pola bullish TLKM juga terlihat dari MA 55 dan 200 yang masih uptrend, mendukung tren bullish jangka menengah. Sementara untuk jangka pendek, terlihat MA 10 sudah mulai bergerak bearish, diikuti pula oleh indikator stochastic yang dead cross, serta RSI yang bergerak downtrend. Untuk jangka pendek, Kami melihat adanya potensi penurunan TLKM untuk meraih area support-nya di 8500. Penembusan atas garis support tersebut, bisa memberikan peluang penurunan lebih jauh dan memberikan konfirmasi bearish reversal untuk jangka menengah menuju area 8000. Namun, selama level support mampu dipertahankan, TLKM masih berpotensi rebound untuk kembali meraih resistance kuatnya di 9000 (Double top). Rekomendassi : HOLD, stop loss 8500, target 9000. Support : 8600, 8500. Resistance : 8850, 900.
Stock Screener
Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Dow koreksi, IHSG makin tertekan
- IHSG uji resisten 4.025-4.038
- IHSG berfluktuasi, profit taking mengancam
- IHSG tembus 3.960, target berikutnya 3.992-4.025
- IHSG flat naik di kisaran 3.890-3.960
- IHSG rebound, uji resisten 3.950
- IHSG terseret signal negatif DJI
- Regional tidak bertenaga, IHSG kembali meredup
- IHSG terbantukan hijaunya Asia
- Koreksi IHSG berlanjut?
- IHSG Terus Cetak Level Tertinggi Tahun Ini
- Faktor Eksternal & Internal Bawa IHSG Terus Melaju
- IHSG Coba Level Tertinggi Tahun Ini
- IHSG Menguat Terbatas, Eropa Masih Jadi Fokus
- Downgrade 9 negara zona euro, IHSG lesu



