Profit taking hantam minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak terkoreksi hari ini karena aksi ambil untung yang menyusul serangkaian kenaikan selama lima sesi sebelumnya. Di tambah dengan penguatan dollar, yang menambah tekanan jual.
Selama lima sesi itu, minyak naik oleh beberapa faktor, di antaranya penurunan cadangan minyak dan BBM AS, serta data ketenagakerjaan AS. Faktor yang terbaru adalah berkurangnya kecemasan soal Eropa, menyusul janji dari para pemimpinnya untuk menghasilkan solusi paling lambat akhir bulan.
Koreksi minyak ini terjadi seiring dengan penguatan dollar terhadap rivalnya. Pada jam 16:06 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Nopember turun 85 sen ke $84,56 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama merosot $1,17 jadi $107,78 per barel.
Profit taking hantam minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak turun hari ini karena aksi ambil untung yang dilakukan oleh pelaku pasar menyusul kenaikan yang tajam minggu lalu.
Menurut analis, setelah tiga hari naik, pasar memanfaatkan momentum untuk merealisasikan keuntungan. Minyak turun meski Arab Saudi, eksportir terbesar dunia, memangkas outputnya.
Negara itu mengurang output sebesar 800.000 barel per hari Maret lalu dengan alasan pasokan berlebih (oversupplied). Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Naimi mengatakan pasar oversupplied. Minyak turun karena pasar lebih terfokus ke pernyataan itu dari pada pengurangan outputnya.
Pernyataan Naimi adalah indikasi OPEC belum yakin ada perlu untuk tambah output meski konflik di Libya dan ekspektasi permintaan di Jepang akan meningkat karena rekonstruksi dan krisis listrik.
Pada jam 12:12 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Mei turun 59 sen ke $109,07 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman Juni turun 34 sen menjadi $123,11 per barel.
Meski turun, tren harga belum berubah. Hal ini karena masih ada beberapa faktor yang menopangnya seperti pelemahan dollar. Pasar juga masih mengamati perkembangan di Libya dan Timur Tengah akan kemungkinan dampaknya terhadap produksi.
Di Libya, pasukan loyalis pemimpin Moammar Gaddafi membombardir pemberontak di Ajdabiya kemarin. Di Suriah, Presiden Assad membentuk kabinet baru minggu lalu dan mengatakan sedang menyiapkan legislasi untuk menggantikan UU Darurat yang telah diberlakukan selama hampir 50 tahun. Namun ia belum memenuhi tuntutan demonstran untuk mengubah sistem otoriternya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



