Profit taking gerus laju Nikkei, Kospi

Tanggal February 20, 2012 / 3:23 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Indeks Nikkei berlabuh di zona hijau hari ini, menyentuh level 9.500 untuk pertama kalinya sejak Mei 2011, setelah China menurunkan rasio kecukupan modal bank. Sayang aksi ambil untung menggerus penguatannya.

PBOC Sabtu lalu mengatakan akan memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 0,5%, efektif pada 24 Februari. GWM adalah jumlah dana yang harus disimpan sebagai cadangan. Rasio  kecukupan modal bank besar akan turun ke 20,5% setelah pemangkasan itu.

Keputusan itu memberi sentimen positif ke seluruh bursa regional. Dorongan juga datang dari ekspektasi Uni Eropa akan menyetujii bailout kedua untuk Yunani hari ini. Kedua faktor itu mendorong minat beli, dengan investor memburu aset berisiko dan melepaskan posisi defensif.

Indeks Nikkei ditutup menguat 1,1% di 9.485,09, setelah sempat menyentuh 9.549,31. Sedangkan indeks Topix juga naik 1,1% ke 819,03.  Indeks Nikkei sudah menanjak lebih dari 7% selama bulan ini, didukung oleh data ekonomi AS, program likuiditas ECB dan stimulus lanjutan dari BOJ. Tapi beberapa kalangan waspada, dengan mengatakan indeks menghadapi resistance kuat di 9.500.

Sementara itu di Seoul, indeks Kospi tak mampu mempertahankan penguatannya dan berakhir flat hari ini, karena aksi ambil untung oleh investor institusional Saham sempat rally berkat keputusan China menurunkan GWM dan ekspektasi Yunani akan mendapat bailout. Indeks Kospi ditutup menguat 0,07% di 2.024,90, setelah sempat menyentuh 2.050 di awal perdagangan.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account