Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak rally hari ini, didorong oleh pernyataan dari dua produsen terbesar dunia, dan beberapa faktor lainnya, seperti data ekonomi China.
Minyak bangkit dari level terendah dalam empat minggu terakhir setelah Iran, produsen terbesar keempat dunia, mengatakan gangguan alur distribusi minyak melalui Selat Hormuz bisa menyebabkan gejolak di pasar yang tidak akan bisa ditanggulangi negara manapun. “Tidak ada negara yang mampu mengatasi gejolak yang disebabkan hilangnya 15-17 juta barel dari pasar,” kata Wakil Iran di OPEC Mohammad-Ali Khatibi.
Pernyataan ini muncul di tengah kuatnya tekanan dari AS kepada sekutunya untuk melarang impor minyak dari Iran. Terkait itu, AS mendesak Korsel untuk mengurangi impor minyak dari Iran atas program nuklirnya. Korsel telah membatasi transaksi finansial dengan lebih dari 200 kelompok dan individu yang diduga terkait program nuklir Iran. Tapi Seoul belum mengumumkan rencana untuk mengurangi pembelian minyak dari Iran.
Minyak juga naik setelah Arab Saudi, produsen terbesar minyak dunia, mengindikasikan dukungan harga di $100 per barel. Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan pihaknya ingin menstabilkan harga di $100 per barel dan siap untuk menambah output bila diperlukan.
Turut mengangkat harga adalah data dari China yang memperlihatkan ekonomi terbesar kedua dunia itu tumbuh 8,9% selama kuartal keempat 2011, lebih baik dari prediksi 8,7%, meski melambat dari 9,1% di kuartal sebelumnya. Penjualan ritel tumbuh 18,1% selama Desember dari tahun lalu, lebih tinggi dari prediksi 17,3%. Produksi industrial meningkat 12,8% di bulan itu, lebih baik dari prediksi 12,3%.
Data China itu menjadi katalis yang mengangkat saham regional, ini memberi dorongan ekstra ke minyak. Pada jam 13:37 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari melonjak $1,65 ke $100,35 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama naik 81 sen jadi $112,15 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



