Pernyataan China tekan minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak turun hari ini setelah pejabat China mengatakan dunia akan menghadapi resesi panjang. Minyak juga jatuh karena indikasi gagalnya panel reduksi utang AS mencapai kesepakatan.
Wakil Perdana Menteri China Wang Qishan, yang mengawasi perdagangan dan keuangan, mengatakan prospek ekonomi global tetap suram, berpotensi terjerumus ke dalam resesi panjang dan negaranya perlu berfokus pada tantangan domestik.
Singapura mengatakan ekonomi diperkirakan tumbuh hanya 1% tahun depan, melambat tajam dari 5% tahun ini. Proyeksi suram ini dijadikan alasan untuk melakukan profit taking setelah harga menembus $103 per barel minggu lalu.
Harga juga tertekan karena panel reduksi utang tidak membuat perkembangan berarti menjelang tenggat waktu 23 Nopember untuk menghasilkan kesepakatan soal pos-pos yang harus dipangkas. Hal ini menambah persepsi buruk di pasar terhadap politisi Washington.
Minyak juga jatuh setelah investor melakukan aksi ambil untung menjelang habis masa berlaku (expire) kontrak Desember. Harga sempat mencapai level tertinggi dalam lima bulan terakhir karena isu ECB akan IMF akan mem-bailout negara besar Eropa seperti Italia dan Spanyol bila diperlukan. Tapi perdebatan soal perlukah ECB turun tangan secara agresif membuat harga turun lagi.
Pada jam 13:24 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember turun 54 sen ke $97,13 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman Januari merosot 16 sen jadi $107,40 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



