Peran spekulator pada bursa berjangka

Tanggal August 13, 2008 / 9:47 am. Oleh: I Gede Raka Tantra Jakarta, strategydesk.co.id
Mendifinisikan spekulasi atau mengidentifikasi spekulator dalam pasar berjangka adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah. Untuk maksud tersebut tulisan ini akan mencoba menjelaskan definisi mengenai seorang spekulator tersebut sehingga diharapkan akan berguna bagi para pembacanya.
Mudah-mudahan hal ini juga memberikan inspirasi bagi bursa berjangka yang tidak atau kurang memiliki market maker, sehingga menyebabkan pasarnya tidak likuid untuk merangsang para trader dalam rangka meramaikan bursa berjangka sehingga pasarnya menjadi sangat likuid. Di samping itu juga jangan sampai kita berpikir bahwa seorang market maker wajib mempunyai modal yang sangat besar.
Seorang spekulator adalah seorang trader yang melakukan transaksi kontrak berjangka untuk mencari keuntungan dan konsekuensi dari pada kegiatan ini dia bersedia menerima resiko yang ditimbulkannya.
Jenis-jenis spekulator dapat dikategorikan berdasrkan tenggang waktu yang mereka rencanakan untuk menguasai suatu posisi dalam perdagangan berjangka.

Secara tradisional ada 3 jenis spekulator, yaitu;
1. Scalper (Local)
Adalah mereka yang menguasai posisi yang sangat singkat, yaitu hamya dalam beberapa menit bahkan detik dan setelah itu meng-ofset posisinya apabila posisi yang mereka kuasai telah memeberikan keuntungan satu atau dua tick, atau posisi yang mereka kuasai tidak sesuai dengan apa yang telah mereka perkirakan (menderita rugi).

2. Day Traders
Adalah mereka yang melakukan pendekatan dengan berdasarkan pandangan yang sangat jauh terhadap pasar. Day traders berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga di mana pergerakan harga ini terjadi selama pelaksanaan perdagangan berlangsung. Day traders menutup posisinya sebelum akhir perdagangan, sehingga mereka tidak memiliki posisi terbuka lagi dalam perdagangan berjangka selama semalam. Day traders dapat melakukan transaksi dengan berada di lantai perdagangan atau di luar perdagangan.

3. Position Traders
Adalah spekulator yang mengelola posisi kontrak berjangka selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Mereka ini ada dua jenis, yaitu;
a. mereka yang menguasai posisi outright
b. mereka yang menguasai posisi spread.
Ketiga jenis spekulator inilah yang biasanya berfungsi sebagai market makers dalam suatu pasar berjangka.

Peran Scalper sebagai market maker
Dari ketiga jenis spekulator yang ada, scalper adalah spekulator yang mempunyai wawasan terpendek atas rencana untuk menguasai suatu posisi berjangka. Scalper akan meramaikan pergerakan pasar atas interval yang terpendek dari rentang harga (range) komoditi yang bersangkutan.
Beberapa scalper menyatakan dirinya sebagai ahli ilmu jiwa dan mencoba untuk menggunakan perasaannya atas transaksi yang dilakukannya diantara para pelaku pasar lainnya. Untuk melakukan transaksi tersebut, mereka harus berada di lantai perdagangan (Pit).
Berkenaan dengan rencana mereka menguasai posisi dalam periode yang sangat singkat (detik hingga menit), scalper tidak mengharapkan mendapatkan keuntungan yang sangat besar atas setiap transaksi yang dilakukannya. Mereka mengharapkan keuntungan satu atau dua tick (pergerakan harga minimum yang diperbolehkan). Meskipun demikian, banyak transaksi yang dilakukan oleh para scalper yang berakhir dengn kerugian atau tidak rugi, atau untung. Apabila harga tidak bergerak kearah yang yang mereka perkirakan dalam beberapa menir, scalper kemungkinan besar akaan menutup posisinya tersebut dan mulai mencari kesempatan baru. Strategi perdagangan/transaksi yang dilakukan oleh para scalper tersebut menciptakan sejumlah besar transaksi. Apabila scalper melakukan melalui seorang pialang (scalper tersebut sebagai seorang pelaku di luar lantai perdagangan), maka scalper tersebut akan kehilangan keuntungan yang telah diantisipasinya melalui beberapa transaksi yang berulang-ulang.
Scalper adalah anggota bursa atau menyewa (seat) dari seorang anggota bursa, biaya transaksi mereka sangat kecil. Sebagai contoh, dahulu di sebagian besar pasar berjangka Amerika Serikat, scalper membayar kurang dari $1 per round turn. Bila dibandingkan dengan seorang pedagang yang melakukan transaksi melalui seorang pialang, maka pedagang tersebut membayar komisi kira-kira $25 - $28 dollar per round turun. Tanpa biaya transaksi yang sangat rendah usaha scalper akan menjadi sia-sia. Untuk mengetahui areah dari pasar tersebut dan menghemat biaya transaksi, seorang scalper perlu berada di lantai bursa.
Transaksi yang dilakukan oleh para scalper adalah lebih menggunakan perasaan disbanding menggunakan fundamental dan juga meluapak leading economic indicator, kebijakan pemerintah dan supply komoditi. Mereka hanya mencoba menangkap arah pergerakan pasar apakah trend-nya naik dan melikuidasinya (off set) ketika turun.
Di lantai bursa (pit), scalper dapat melakukan jual atau beli lebih cepat dan lebih baik ketimbang jika mereka berada di luar lantai perdagangan karena apabila para scalper ada di lantai perdagangan, maka mereka secara tepat berada di jantung kegiatan transaksi.
Setiap trader memahami suatu teori mengenai apa yang akan terjadi di beberapa menit berikutnya. Jika setiap orang berpikir pasar yang akan di buka harganya akan meningkat, akan tetapi kenyataannya pasar setelah di buka harganya turun, psikologi di lantai bursa (pit) akan berubah cepat sekali. Kesempatan yang demikian ini secara tepat dapat dimanfaatkan oleh para scalper untuk memperoleh keuntungan. Scalper memberikan jasa yang sangat berguna kepada pasar dengan aktifitas transaksi yang dilakukannya.
Dengan seringnya melakukan jual dan beli, maka para scalper membantu menyediakan (membentuk) likuiditas pasar. Aktifitas transaksi yang mereka lakukan akan meningkatkan kemudahan bagi para peserta lainnya untuk masuk/keluar pasar. Tanpa adanya likuiditas pasar yang tinggi, maka para trader yang berada di luar bursa akan menghindar untuk masuk pasar, dan hali ini akan menurunkan kegunaan pasar tersebut (pasar tidak efisien).
Tingkat likuiditas yang tinggi sangat perlu untuk suksesnya pasar berjangka dan para scalper memainkan peranan yang penting dalam meyediakan likuiditas tersebut atau dengan kata lain scalper memberikan kesempatan bagi trader lainnya untuk melakukan transaksi dengan cepat.
Sebagai ilustrasi, di Amerika Serikat, peran yang dimainkan oleh para scalper dalam menyediakan likuiditas adalah sebagai berikut: Seorang trader yang berada di luar lantai bursa melihat kuotasi harga yang terbaru pada computer (ticker machine) dan ingin melakukan transaksi pada harga tersebut. Jika pasar tidak likuid, hal ini menyebabkan sukar untuk melakukan transaksi pada atau mendekati harga tersebut.
Ada 2 alasan kenapa hal itu bisa terjadi
1. Jika pasar tidak likuid, harga yang terpampang tersebut mungkin telah terjadi beberapa waktu yang lalu dan tidak ada orang yang bersedia melakukam transaksi pada harga terakhir yang dilaporkan tersebut.
2. Tanpa kesediaan dari para potensial trader yang diwakili para scalper di lantai bursa, spread antara tawaran beli dan jual bisa melebar dan hal ini membuat para trader (pelaku pasar) sangat sulit untuk melakukan transaksi pada harga atau mendekati harga yang dilaaporkan paling akhir tersebut. Para scalper yang berada di lantai perdagangan bertujuan untuk mencari keuntungan dengan cara bersaing antara scalper yang satu dengan yang lainnya dalam melakukan transaksi.
Sebagai hasilnya, kehadiran para scalper membantu untuk menjaga pasar lebih aktif dan kuotasi harga lebih akurat, dan untuk menarik trader yang berada di luar bursa untuk datang melakukan transaksi karena dengan ramainya transaksi, maka amanat mereka dapat dilaksanakan mendekati atau pada harga ekuilibrium komoditi yang bersangkutan.

Jasa-Jasa yang disediakan scalper
1. Menjadi lawan transaksi bagi para trader yang berada di luar bursa atau masyarakat yang ingin melakukan transaksi.
2. Secara aktif melakukan transaksi jual dan beli, dengan demikian membentuk kuotasi harga yang akurat dan membantu pasar dalam pembentukan harga (price discovery) yang lebih aktif.
3. Dengan adanya persaingan diantara para scalper, hal ini membantu untuk memperkecil spread antara tawaran beli dan jual sehingga dengan demikian mengurangi biaya pelaksanaan transaksi bagi para trader lainnya.
4. Menarik aktifitas hedging, karena para hedger mengetahui bahwa amanat (order) yang mereka tempatkan pada pialang dapat dilaksanakan sesuai dengan harga yang diinginkan.
Ada beberapa penulis yang menulis artikel mengenai tingkah laku para scalper, diantaranya Prof. William Siber. Dia meng-arrange untuk mengobservasi semua transaksi seorang scalper. Dia mengidentifikasi, missalnya Mr. X adalah seorang trader di New York Future Exchange yang bertransaksi Composite Index Future di New York Stock Exchange.
Selama 31 hari perdagangan pada akhir tahun 1982 dan permulaan tahun 1983, dia mengikuti jejak transaksi yang dilakukan Mr. X. Sepanjang periode ini Mr. X melakukan transaksi sebanyak 2.106 kali atau kira-kira 70 kali per hari.
Transaksi ini meliputi pembelian dan penjualan (round turn) sebanyak 2.178 lot. Karena Mr X (scalper) berangkat dari net posisi nol dan kembali ke net posisi nol, maka hasilnya adalah 48% dari transaksi yang dilakukan Mr X tersebut memberikan keuntungan, sedangkan 22% rugi, dan 30% tidak untung tidak rugi. Transaksi tersebut memberikan keuntungan sebesar $7.698.24 selama periode tersebut. Waktu yang diperlukan untuk melakukan transaksi rata-rata 116 detik atau kira-kira 2 menit, dengan lain perkataan, resiko yang dihadapi Mr. X waktunya adalah rata-rata 2 menit.
Dengan demikian  terlihat bawah para scalper mempunyai peran yang besar sebagai market maker, sehingga dalam hal ini maeket maker sebenarnya adalah para spekulator (trader) yang bertransaksi untuk diri mereka sendiri, dan yang paling penting untuk disampaikan adalah bahwa market maker itu bukanlah para pialang.
Demikian juga halnya dengan day trader dan position trader yang juga biasa berfungsi sebagai market maker dan bukan merupakan pialang.
Makin banyak market maker (spekulator) yang melakukan transaksi di bursa berjangka, maka makin likuid bursa berjangka tersebut (syarat yang dipenuhi bila ingin pasar tersebut likuid).
Untuk itu, struktur keanggotaan di bursa berjangka adalah dengan memperbanyak para scalper, day trader dan position trader.


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account