Penjualan ritel, PPI dan CPI AS kemungkinan naik
Tanggal July 14, 2008 / 3:26 am. Oleh: Nizar Hilmy
Penjualan ritel AS kemungkinan mengalami kenaikan bulan lalu setelah konsumen menggunakan uang pengembalian pajak (tax rebates) dan kenaikan harga minyak mendorong penerimaan SPBU.
Para ekonom memperkirakan penjualan ritel akan meningkat 0,3-0,4% pada Juni. Sedangkan penjualan ritel di luar otomotif diperkirakan naik 0,9-1,0%. Departemen Perdagangan AS akan mengumumkan laporan tersebut besok malam.
Konsumen menggunakan uang dari paket stimulus pemerintah AS untuk membeli barang dan BBM, mendorong penjualan perusahaan ritel seperti Wal-Mart Stores Inc. dan Costco Wholesale Corp. Kenaikan tersebut akan berkurang setelah uang tersebut dihabiskan dan konsumen kembali menghadapi penurunan harga rumah, kesulitan kredit dan harga BBM yang tinggi.
Selain itu, kenaikan harga BBM dan pangan akan mendorong inflasi. Indeks PPI AS pada Juni diperkirakan naik 1,3% dari bulan sebelumnya dan naik 3,2% dari tahun sebelumnya. Indeks core PPI, yaitu di luar harga energi dan pangan, diperkirakan naik 0,3% dari bulan sebelumnya dan 3,2% dari tahun sebelumnya. Laporan indeks PPI akan diumumkan pada besok malam oleh Departemen Tenaga Kerja AS.
Sedangkan indeks CPI untuk Juni kemungkinan 0,7% dibandingkan bulan sebelumnya dan 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Indeks core CPI diprediksikan akan naik 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya dan 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Departemen Tenaga Kerja AS akan mengumumkan laporan ini pada Rabu malam.
Ancaman inflasi merupakan salah satu alasan yang akan membuat the Fed menaikkan suku bunga tahun ini, meski ekonomi diperkirakan akan stagnan.
Penjualan ritel AS kemungkinan mengalami kenaikan bulan lalu setelah konsumen menggunakan uang pengembalian pajak (tax rebates) dan kenaikan harga minyak mendorong penerimaan SPBU.
Para ekonom memperkirakan penjualan ritel akan meningkat 0,3-0,4% pada Juni. Sedangkan penjualan ritel di luar otomotif diperkirakan naik 0,9-1,0%. Departemen Perdagangan AS akan mengumumkan laporan tersebut besok malam.
Konsumen menggunakan uang dari paket stimulus pemerintah AS untuk membeli barang dan BBM, mendorong penjualan perusahaan ritel seperti Wal-Mart Stores Inc. dan Costco Wholesale Corp. Kenaikan tersebut akan berkurang setelah uang tersebut dihabiskan dan konsumen kembali menghadapi penurunan harga rumah, kesulitan kredit dan harga BBM yang tinggi.
Selain itu, kenaikan harga BBM dan pangan akan mendorong inflasi. Indeks PPI AS pada Juni diperkirakan naik 1,3% dari bulan sebelumnya dan naik 3,2% dari tahun sebelumnya. Indeks core PPI, yaitu di luar harga energi dan pangan, diperkirakan naik 0,3% dari bulan sebelumnya dan 3,2% dari tahun sebelumnya. Laporan indeks PPI akan diumumkan pada besok malam oleh Departemen Tenaga Kerja AS.
Sedangkan indeks CPI untuk Juni kemungkinan 0,7% dibandingkan bulan sebelumnya dan 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Indeks core CPI diprediksikan akan naik 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya dan 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Departemen Tenaga Kerja AS akan mengumumkan laporan ini pada Rabu malam.
Ancaman inflasi merupakan salah satu alasan yang akan membuat the Fed menaikkan suku bunga tahun ini, meski ekonomi diperkirakan akan stagnan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Pemilu Yunani & euro
- Jadwal Earnings Jepang 30 Januari - 10 Februari 2012
- Jadwal Libur Pasar Keuangan AS, Asia 2012
- ECB terseret polemik krisis
- Bayang-bayang Lehman Brothers hantui politisi & bankir Eropa
- Negara pengutang terbesar di dunia
- Yunani sebaiknya keluar dari euro?
- Krisis utang Eropa yang belum juga tuntas
- Even penting minggu ini: RBA, BOJ, BOE & ECB
- Kaleidoskop 2010: Krisis utang Eropa
- Dapatkah QE 2 pulihkan ekonomi AS?
- The Fed bersiap luncurkan stimulus (lagi)?
- Akankah Jepang intervensi yen?
- Prospek ekonomi Eropa lebih baik dari AS?
- Pasar sambut earnings season



