Penjualan ritel AS kemungkinan turun, inflasi naik

Tanggal August 11, 2008 / 4:14 am. Oleh: Nizar Hilmy Penjualan ritel AS kemungkinan turun bulan lalu karena harga BBM yang tinggi menyedot uang konsumen, termasuk uang dari tax rebates.
Para ekonom memperkiraan penjualan ritel turun 0,1% pada Juli setelah naik 0,1% bulan sebelumnya. Penjualan ritel di luar otomotif diperkirakan naik 0,5% pada Juli setelah naik 0,8% bulan sebelumnya.
Pembelanjaan di SPBU, cerminan kenaikan harga BBM, kemungkinan mendorong angka penjualan ritel. Konsumen tidak membeli barang mahal seperti mobil, mencerminkan penurunan kepercayaan dan keuangan konsumen.
Pembelanjaan konsumen, yang merupakan 2/3 aktivitas ekonomi AS, diperkirakan akan terus turun. Konsumen masih akan menghadapi kenaikan tingkat pengangguran, penurunan harga rumah dan lonjakan harga BBM setelah dampak tax rebates  menghilang.
Departemen Perdagangan AS akan mengumumkan laporan penjualan ritel untuk Juli pada Rabu malam.
Laporan lainnya diperkirakan akan menunjukkan harga energi dan pangan mendorong biaya hidup, sedangkan sektor manufaktur stagnan.
Indeks CPI pada Juli diperkirakan naik 0,4% dari bulan sebelumnya dan 5,2% dari tahun sebelumnya. Sedangkajn core CPI diperkirakan naik 0,2% dari bulan sebelumnya dan 2,4% dari tahun sebelumnya. Data CPI akan diumumkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis malam.
Laporan yang akan diumumkan besok malam adalah Neraca perdagagan AS, dan diperkirakan defisit perdagangan AS akan membengkak jadi $61,9 milyar pada Juni dari $59,8 bulan sebelumnya, mencerminkan kenaikan harga impor minyak dan BBM.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account