Pengetatan fiskal sama saja bunuh diri

Tanggal October 26, 2011 / 11:22 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Langkah pengetatan fiskal (austerity) yang dilaksanakan oleh pemerintah di seluruh dunia sama saja dengan pakta bunuh diri bagi ekonomi internasional, menurut ekonom peraih Nobel Joseph Stiglitz.

Dalam pidato yang bernada pesimis di Toronto, ekonom Columbia University itu mengatakan ekonomi belum pulih setelah tiga tahun karena politisi meremehkan situasi dan beranggapan program stimulus jangka pendek bisa mengatasi masalah.

Ia malah khawatir pemulihan ekonomi akan terus berjalan lambat, membuat puluhan juta menganggur atau kerja paruh waktu karena sulit mencari pekerjaaan layak. Ia memperkirakan ekonomi AS tidak akan tumbuh cukup untuk menciptakan banyak lapangan kerja. “Pertumbuhan akan terlalu lambat untuk bisa mengubah tingkat pengangguran,” ujarnya. Menurutnya, ekonomi harus tumbuh 3% sampai 4% untuk dapat menyerap menyerap tenaga kerja.

“Kita tidak perlu menjalani proses lambat seperti itu, dan itulah yang membuat saya kesal,” katanya kepada Toronto Forum for Global Cities. “Pemerintah sebenarnya punya alat untuk memperpendek (proses) itu, namun sayangnya itu kemungkinan tidak akan ditempuh.”

Ia selanjutkan mengatakan negara terlemah di dunia, seperti Yunani, tidak punya fleksibilitas finansial untuk meluncurkan program pembelanjaan untuk merangsang ekonomi. Tapi negara seperti AS masih punya ruang untuk menerapkan stimulus baru agar dapat membangun infrastruktur dan jaringan transporasi yang dibutuhkan lainnya.

“Pengetatan fiskal yang dijalankan Eropa, Amerika dan lainnya sama saja dengan pakta bunuh diri,” tegasnya. “Yunani memang sudah tak bisa bergerak lagi, tapi AS, Jerman dan beberapa negara lainnya masih punya kemampuan untuk mendorong ekonomi mereka, dan penting sekali mereka menempuh itu.”

Mantan ekonom Bank Dunia itu mengatakan Presiden Obama telah mengajukan rencana komprehensif untuk menciptakan lapangan kerja. Tapi ia tidak yakin semua elemen rancangan itu bisa lolos dari perdebatan politik di legislatif.

Dalam wawancara pasca pidatonya itu, ia memperingatkan orang di Amerika Utara agar jangan berpikir bisa lolos dari krisis utang Eropa.”Bila Eropa diterjang krisis, maka seluruh dunia akan terkena imbasnya.” Selain itu, ia juga melihat kemungkinan besar Italia, Portugal dan Spanyol akan bernasib seperti Yunani. 

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account