Pemulihan ekonomi melambat, emas bisa berperan sebagai safe haven.

Tanggal August 12, 2010 / 1:59 pm. Oleh: Alwy M. Assegaf

 

Jakarta, Strategydesk - Emas naik karena serangkaian bukti perlambatan pemulihan ekonomi global, meningkatkan permintaan logam mulia itu sebagai lindung nilai. 

Bursa saham dunia bertumbangan karena kecemasan pemulihan ekonomi global dalam bahaya. Indeks Asia Pasifik MSCI anjlok lebih dari 4% dalam 4 hari teakhir menyusul data yang menegaskan perlambatan ekonomi China. The Reuters/Jefferies CRB Index, yang mengukur harga 19 komoditas, turun untuk kesembilan sesi berturut-turut, terpanjang sejak 26 Maret lalu

Laporan semalam menunjukan defisit perdagangan AS membengkak. Data hari ini diperkirakan akan menunjukan produksi industrial zona euro melambat. 

Emas telah naik 9,3% tahun ini dan sedang menuju kenaikan tahunan untuk kesepuluh kalinya, terpanjang sejak 1920an, karena kecemasan investor terhadap gejolak ekonomi dan depresiasi mata uang

Sementara itu, Cadangan emas di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar dunia, meningkat 3,04 metrik tons kemarin menjadi 1.285,79 ton.

Dari kajian tekinkal, indikator RSI yang berada di area netral di 51% menunjukkan bahwa harga tengah mengalami konsolidasi. Harga saat ini terjebak antara level support-nya di 1187.50 dan resistance 1210.80. Kedua level tersbut akan menentukan arah selanjutnya. Penembusan pada level support bisa memaksa emas melanjutkan pola koreksi untuk kembali meraih support-nya di 1177.30. Sebaliknya, jika resistance ditembus, maka emas berpotensi naik menuju resistance selanjutnya di 1218.75.

 

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account