PDB Jepang tumbuh 6%
Jakarta, Strategydesk - Ekonomi Jepang tumbuh untuk pertama kalinya dalam empat kuartal terakhir, berkat meningkatnya ekspor, pembelanjaan konsumen dan investasi bisnis, seiring pemulihan dari bencana gempa dan tsunami.
Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 6% selama kuartal ketiga dari tahun lalu, terpesat dalam 3,5 tahun terakhir, menurut laporan Kantor Kabinet hari ini. Per kuartal, PDB tumbuh 1,5%, dan lebih dari separuh angka itu datang dari kenaikan tajam ekspor, yang melonjak 6,2% dan mendorong pertumbuhan sebesar 0,9%.
Pejabat Kantor Kabinet mengatakan ini merupakan pertama kalinya sejak kuartal pertama 2010 permintaan domestik dan ekspor bersih mencatat kenaikan. Pertumbuhan mengesankan juga dicatat tingkat konsumsi, yang naik 1,0% di kuartal ketiga, dan mengkontribusi 0,6% ke PDB.
Pembelanjaan juga tumbuh berkat pembelian TV digital menjelang 24 Juli, ketika Jepang menghentikan siaran analog. Sedangkan pembelanjaan jasa, komponen terbesar dalam konsumsi, naik 0,6%.
Kembalinya tumbuh ekonomi Jepang setelah kontraksi selama tiga kuartal sebelumnya juga didorong oleh perusahaan seperti Toyota Motor Corp., yang menggenjot produksi setelah sempat terhenti karena efek gempa dan tsunami.
Meski kinerja yang mengesankan, para pejabat dan ekonom menyebut masih adanya ancaman yang mengintai. Eknomi akan terus tumbuh seiring peningkatan rekonstruksi. “Tapi penting untuk mewaspadai ancaman, seperti melambatnya permintaan ekspor, apresiasi yen dan dampak banjir Thailand,” kata Menteri Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Motohisa Furukawa.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



