PDB Jepang Kontraksi 2,3%
Jakarta, Strategydesk - Ekonomi Jepang mengalami kontraksi selama kuartal terakhir tahun lalu akibat merosotnya ekspor dan manufaktur karena lesunya permintaan, penguatan yen dan banjir Thailand.
Kantor Kabinet melaporkan PDB selama periode Oktober-Desember turun 2,3% dari periode sama tahun sebelumnya, lebih buruk dari prediksi 1,3%. Secara per kuartal, PDB kontraksi 0,6% karena ekspor, yang anjlok 3,1%.
Data itu memperlihatkan efek dari apresiasi yen dan perlambatan ekonomi global, yang mengurangi permintaan ekspor. Selain itu, banjir di Thailand menghancurkan pabrik perusahaan Jepang, yang menjadi sentra produksi penting. Pabrik di Jepang yang bergantung dengan suku cadang buatan Thailand pun menderita.
Tapi prospek terlihat cerah, sebagian karena aktivitas rekonstruksi pasca gempa dan tsunami, yang kemungkinan dapat memberi kontribusi signifikan ke pertumbuhan. Selain itu, Menteri Ekonomi Motohisa Furukawa menyatakan optimis kegiatan ekspor dan produksi terus meningkat di tahun ini. “Selama Desember, ekspor dan produksi meningkat setelah terganggu karena banjir Thailand. Oleh karena itu saya optimis momentumnya dapat berlanjut,” katanya.
Prospek ekonomi di kuartal pertama 2012 terlihat baik karena potensi peningkatan permintaan terkait rekonstruksi dan indikasi perbaikan ekonomi AS. Tapi masih ada tantangan, termasuk dari penguatan yen dan krisis utang Eropa.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



