PDB Jepang hantam saham Asia
Jakarta, Strategydesk - Saham Asia masih bertahan di zona merah awal perdagangannya minggu ini, menyusul melambatnya data pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal kedua tahun ini. Kondisi ini memperburuk akan pemulihan ekonomi global yang jauh dari harapan untuk segera bisa pulih.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei berhasil bangkit dari kejatuhan dan berakhir positif Jumat lalu, berkat aksi bargain hunting, menyusul pelemahan yen. Selain itu, penguatan saham defensive membantu laju indeks . Namun, minimnya katalis membuat indeks naik keluar masuk zona negatif. Disamping itu, pelaku pasar masih cemas dengan pergerakan yen. Indeks Nikkei .N225 ditutup menguat 40,87 poin, atau 0,44%, di 9.253,46.
Kejatuhan indeks Nikkei diperkirakan masih akan terjadi hari ini, meski cenderung terbatas, karena faktor teknikal yang terlihat sudah oversold. Namun, kecemasan pasar kembali timbul, menyusul laporan pertumbuhan yang melambat Jepang pada kuartal kedua, dimana hanya tumbuh 0,1% dari 1,2%, dan tahunannya tumbuh 0,4% dari 5,0%. Hasil ini diperkirakan akan membebani kinerja saham ekspor.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi justru mencatat hasil gemilang, dengan rebound signifikan. Aksi beli terhadap saham teknologi dan produsen kapal, yang sempat anjlok di beberapa sesi sebelumnya, membawa indeks lepas dari level terendah dalam sebulan terakhirnya. Indeks Kospi .KS11 ditutup menguat 24,49 poin, atau 1,42%, di 1.746,24.
Indeks Kospi diperkirakan masih akan mengalami penurunan hari ini, menyusul kejatuhan Wall Street karena kecemasan mengenai perlambatan perekonomian AS, yang diperkirakan akan berdampak pada menurunnya laju ekspor Korsel. Namun, penurunan indeks terlihat terbatas, setelah kejatuhan tajam sepanjang pekan lalu.
Hang Seng Futures Kontrak Agustus (HSIQ0)
Indeks Hang Seng mencatat hasil negatif untuk keempat sesi berturut-turut, dalam perdagangan yang fluktuatif Jumat lalu. Saham properti bertumbangan menyusul laporan pemerintah Hong Kong berencana mengumumkan langkah untuk menstabilisasi sektor tersebut. Indeks Hang Seng .HSI ditutup melemah 34,14 poin, atau 0,16%, di 21.071.
Indeks Hang Seng diperkirakan masih akan mengalami kejatuhan diawal perdagangannya pekan ini, mengikuti merosotnya kinerja bursa regional pasca penurunan Wall Street Jumat lalu. Pasar bergerak negatif karena kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global, setelah Jepang hari ini melaporkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua. Pasar kemungkinan berharap adanya perbaikan akan rilisan data AS minggu ini.
Rekomendasi
NIKKEI
KOSPI
HANG SENG
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Krisis Eropa kembali menggelayuti regional
- Regional rally berkat data AS
- Wall Street flat, regional menanti payroll
- Data manufaktur angkat regional
- Data AS mengecewakan, regional tertekan
- Wall Street koreksi tipis, regional range terbatas
- Dow koreksi, regional fokus pertemuan Uni Eropa
- Data AS giring koreksi bursa Asia
- Pasca FOMC, bursa Asia masih positif
- Apple Hijaukan Regional
- Fokus Menkeu Eropa, Nikkei menguat
- Laju Nikkei tertahan
- Sentimen Positf Eropa & AS, bursa Asia melaju
- IMF, Goldman Sach Hijaukan Asia
- Penguatan Asia Mulai Terbatasi



