PDB China Tumbuh 8,9%
Jakarta, Strategydesk - Ekonomi China tumbuh pada tingkat terlambat dalam 2,5 tahun terakhir, dan terindikasi menuju perlambatan yang lebih tajam di bulan-bulan mendatang seiring merosotnya ekspor dan lesunya pasar properti.
PDB selama kuartal kempat tumbuh 8,9% dari tahun lalu, Biro Statistik China melaporkan hari ini di Beijing. Angka itu melambat dari kinerja kuartal ketiga yang 9,1%, tapi lebih baik dari prediksi 8,7%. Ini merupakan pertama kalinya angka pertumbuhan jatuh ke bawah 9% sejak pertengahan 2009.
Data ini sepertinya tidak memuaskan beberapa kalangan, yang berharap angka cukup rendah untuk dijadikan alasan kuat pelonggaran kebijakan atau cukup tinggi untuk mengurangi kekhawatiran kinerja ekonomi terbesar kedua dunia itu akan memburuk. Tapi minimal laporan ini bisa menambah desakan ke Beijing untuk meluncurkan kebijakan yang dapat melindungi eknomi dari efek global.
Selama 2011, pertumbuhan Ekonomi China mencapai 9,2%, melambat tajam dari 2010 yang 10,4%. Angka pertumbuhan kuartal keempat merupakan yang terendah sejak kuartal kedua 2009, ketika ekonomi global terjerumus ke resesi. Para analis memperkirakan tingkat pertumbuhan tahunan bisa melambat signifikan di kuartal pertama 2012, bahkan menembus 8%, yang dianggap batas untuk penciptaan lapangan kerja minimum.
Permintaan dari Eropa sudah melambat dari perkirakan akan semakin merosot. Prospek sektor propertio, yang merupakan 10% PDB, berpotensi lebhi mengkhawatirkan. Eropa adalah pasar ekspor utama China, dan semua tanda mengindikasikan benua itu akan diterpa resesi dalam beberapa bulan mendatang, apalagi dengan adanya program penghematan anggaran.
Liburan Tahun Baru Imlek yang lebih cepat pada 23-24 Januari, mungkin juga berpengaruh ke data PDB itu. Pabrik biasanya meningkatkan produksi sebelum periode Imlek, lalu ditutup karena pekerja libur. Ini berarti data PDB kuartal keempat didorong oleh kenaikan produksi manufaktur yang terjadi di akhir tahun. Alhasil, pertumbuhan di kuartal pertama 2012 berpotensi melambat lagi.
Sementara itu, data lainnya yang diumumkan hari ini memperlihatkan kondisi ekonomi masih tetap solid. Penjualan ritel tumbuh 18,1% selama Desember dari tahun lalu, lebih tinggi dari prediksi 17,3%. Produksi industrial meningkat 12,8% di bulan itu, lebih baik dari prediksi 12,3%. Tapi investasi aset tetap tumbuh 23,8%, lebih rendah dari prediksi 24,1%.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



