Payroll, Eropa angkat minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini, mendekati level tertinggi dalam sembilan hari terakhir, berkat data ketenagakerjaan AS dan janji pemimpin Eropa untuk menjaga stabilitas finansial.
Di AS, laporan Jumat lalu menunjukkan jumlah orang yang bekerja meningkat pada September. Non-farm payroll bertambah sebesar 103.000 di bulan itu, lebih besar dari prediksi 60.000. Selain itu, angka payroll Juli dan Agustus direvisi naik, mengurangi kecemasan mengenai ancaman resesi.
Sentimen pasar di bursa minyak semakin terangkat setelah pemimpin Jerman dan Perancis berjanji merampungkan rencana memperkuat stabilitas zona euro, termasuk rekapitalisasi perbankan, pada akhir bulan.
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, pasca pertemuan bilateral di Berlin kemarin, mengatakan tujuan mereka adalah menghasilkan solusi untuk krisis Yunani, rekapitalisasi perbankan, dan rencana untuk mempercepat koordinasi ekonomi zona euro selambatnya sampai pertemuan G-20 di Cannes, Perancis pada 3-4 Nopember.
Pada jam 11:34 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Nopember naik 50 sen ke $83,48 per barel. Sedangkan minyak Jenis Brent untuk bulan yang sama naik 18 sen jadi $106,06 per barel.
Selama lima sesi terakhir minyak naik terus, didukung oleh serangkaian faktor. Selain perkembangan positif di Eropa dan data ekonomi AS, rally minyak juga didukung oleh penurunan cadangan minyak AS. Kenaikan dari $74 per barel itu membuat harga rentan akan aksi ambil untung.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



