Pasar optimis langkah koordinasi bank sentral utama dunia

Tanggal December 01, 2011 / 9:09 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Akhirnya, orang sadar juga kalau hanya dengan persatuan, krisis ini bisa diatasi. Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam naik 4.24% setelah bank sentral utama di dunia (The Fed/Amerika, ECB/Eropa), Jepang, Inggris, Canada, dan Swiss) sepakat untuk menyediakan likuiditas dengan bunga murah untuk membantu mengatasi krisis hutang di negara-negara Eropa.
Di satu sisi, posisi penutupan indeks DJI memang terlalu tinggi. Disisi lain, penembusan atas resisten di 11500-11600 telah membuka peluang untuk penguatan, rally pada bursa regional yang akan terjadi hingga akhir tahun.  Rally ini, diharapkan akan juga akan berimbas pada IHSG.  IHSG juga diharapkan akan mengalami rally hingga akhir tahun.
Dilihat dari pergerakan terakhirnya, trend jangka menengah dari IHSG adalah trend flat pada kisaran 3625-3850. Resisten pertama IHSG hari ini ada di 3750. Jika ditembus, berarti 3850 adalah target awalnya. Potensi kenaikan ke 4000-4050 baru terbuka jika resisten di 3850 bisa ditembus.
Saham pilihan kami untuk hari ini adalah INDF dan CPIN. Akan tetapi, melihat potensi rally yang ada, semua saham sebenarnya juga menarik, terutama yang masih dekat dengan suport.

Outlook Global
A
khirnya indeks utama Wall Street kembali bangkit dan rally pada penutupan semalam, setelah sehari sebelumnya berakhir mixed. Penguatan yang dialami semalam tidak lepas dari optimisme pelaku pasar akan reaksi bank sentral utama dunia, termasuk Bank Sentral Eropa (ECB), Federal Reserve, Bank Sentral Inggris (BoE), Bank Sentral Canada (BOC), Bank Sentral Jepang (BOJ) dan Bank Sentral Swiss (SNB) sepakat untuk berkoordinasi dengan menurunkan biaya pinjaman dollar guna meringankan beban perbankan. Langkah koordinasi ini diharapkan memberi angin segar atas upaya pemulihan ekonomi global.
Di Eropa, Menteri Keuangan Uni Eropa sepakat untuk meningkatkan dana pinjaman namun belum ada kepastian besaran dana tersebut.
Berita positif semalam datang dari AS yg melaporkan ADP Employment sebagai acuan buat data ketenagakerjaan besok, terilis bertambah 206 ribu di Nopember, diatas prediksi 130 ribu dan bulan sebelumnya 110 ribu.
Selain itu, diluar dugaan Bank Sentral China (PBOC) menurunkan suku bunga Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 50 basis poin, untuk kali pertama sejak 3 tahun terakhir.
Tapi yang perlu diperhatikan, rilisan data terbaru menunjukkan retail sales Australia bulan Oktober turun 0,2% dari prediksi dan sebelumnya 0,4%. Sedangkan PMI Manufacturing China di Nopember turun 49,0 dari estimasi 49,9. Kedua data ini kemungkinan bisa mempengaruhi ataupun menjadi pemicu aksi ambil untung dari penguatan tajam yang terjadi diawal pembukaannya hari ini.
Selain itu, data ekonomi lainnya yang terjadwal termasuk GDP Swiss di kuartal ketiga yang diperkirakan melambat 0,1% dari 0,4%. Data PMI Jerma, Eropa, dan Inggris turut mewarnainya. Memasuki pasar AS, data mingguan jobless claims diproyeksi turun 390 ribu dari 393 ribu. sedangkan ISM Manfacturing di Nopember kemungkinan naik 51,5 dari 50,8.

Review IHSG
D
i saat bursa regional mengalami koreksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mampu merpertahankan gain-nya dan berhasil mendarat di area 3.700
Kenaikan IHSG kemarin ditopang oleh aksi beli asing, yang tercatat senilai Rp 238,851 miliar di seluruh pasar. Motor penggerak IHSG justru datang dari saham-saham lapis kedua, sementara saham-saham blue chip justru banyak yang terkoreksi.
Sentimen masih labil, di mana krisis Eropa masih menjadi perhatian investor. Selain itu, kabar tak sedap juga datang dari AS menyusul penurunan peringkat bank-bank besar di AS oleh lembaga rating S&P.
Sembilan dari sepuluh indeks sektoral berhasil menguat. Sektor infrastruktur memimpin dengan penguatan sebesar 1,8%. Diikuti, sektor industri dasar yang naik 1,72%, dan sektor konsumer yang naik 1,56%. Sementara , sektor yang masih berada di zona merah adalah sektor aneka industri yang melemah tipis 0,05%.
Menutup perdagangan, Rabu (30/11/2011), IHSG naik 27,311 poin (0,74%) ke level 3.715,080. Sementara Indeks LQ 45 menguat 3,824 poin (0,58%) ke level 656,408.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Gudang Garam (GGRM), Fajar Surya (FASW), Elang Mahkota (EMTK), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain United Tractor (UNTR), Dian Swastatika (DSSA), Harum Energy (HRUM), dan Bayan (BYAN).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
ampu bertahan di atas support (sebelumnya resistance) 3.710 masih memberi sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini didukung pula oleh indikator stochastic yang golden cross, serta RSI yang mulai mendekati area positif. IHSG saat ini akan kembali menguji resistance di 3.750, yang sekaligus akan membuka penguatan lanjutan menuju area 3.830 – 3.875 jika berhasil ditembus. Sementara alur bearish IHSG akan kembali berlanjut jika IHSG kembali turun di bawah support 3.676, untuk fokus pada penurunan menuju area 3.620 – 3.580. untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.676 – 3.750.

R3    3,771
R2    3,745
R1    3,730
   
Pivot    3,705
   
S1    3,690
S2    3,664
S3    3,649

Stock Pick
ITMG

S
ecara keseluruhan ITMG masih terlihat bearish, ditunjukkan dengan garis trend, serta moving average yang masih bergerak downtrend. Namun beberapa indikator kini mulai menunjukkan potensi rebound, dimana stochastic mulai golden cross di area oversold, serta RSI yang beranjak uptrend. Potensi rebound tersebut kemungkinan masih akan terbatas pada resistance 39.600 – 40.650.
Rekomendasi    : Trading buy
Support               : 36.250, 34.500
Resistance        : 39.600, 40.650

KIJA

B
reakout yang terjadi pada garis resistance bisa menjadi konfirmasi bullish continuation bagi KIJA. Kondisi ini didukung pula oleh candlestick yang membentuk white marubozu dengan adanya kenaikan pada volume. Indikator RSI dan stochastic yang uptrend turut mendukung pola bullish tersebut. Kami melihat nahwa KIJA akan kembali menguji kembali area 205, dengan resistance terdekatnya saat ini di 186.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 160, target 200
Support                : 162, 146
Resistance          : 186, 205

Rekomendasi
Stock Screener

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account