Pasar masih labil, bursa Asia mixed
Jakarta, Strategydesk - Pergerakan bursa Asia hari ini, sedikit mendapatkan angin segar dari penguatan Wall Street semalam. Namun, penguatan bursa Asia cenderung tidak bertahan lama, karena kondisi pasar yang masih rentan mengenai fundamental ekonomi global yang belum menunjukkan sinyal positif dan cenderung memperlihatkan kondisi ekonomi global yang terus menurun.
Sentimen negatif pasar kemungkinan terjadi karena buruknya data AS semalam, menunjukkan new home sales merosot 12,4% di Juli dan durable goods orders, yang diperkirakan naik 2,8%, dan ternyata hanya naik 0,3% dari sebelumnya turun 1,2%.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei terpuruk ke level terendah dalam 16 bulan terakhir kemarin, menyusul kejatuhan Wall Street dan data perumahan AS yang buruk. Kecemasan mengenai ekonomi global mencuat setelah data semalam menunjukan existing home sales AS yang anjlok tajam ke level terendah dalam 15 tahun terakhir. Selain itu, Nikkei juga jatuh di tengah kekecewaan pasar terhadap pemerintah atas sikap pasifnya soal apresiasi yen, yang mengancam pemulihan ekonomi Jepang. Indeks Nikkei .N225 ditutup melemah 149,75 poin, atau 1,66%, di 8.845,39, terendah sejak April 2009.
Terindikasi dollar akan mengalami penguatan terhadap yen hari ini, secara tidak langsung dapat mendorong indeks Nikkei untuk bergerak rebound, meski terbatas karena kecemasan akan perlambatan ekonomi global belum sepenuhnya sirna.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi melanjutkan kejatuhannya kemarin, karena data perumahan AS yang meningkatkan kekhawatiran mengenai ekonomi global. Situasi ini memicu aksi jual, terutama ke saham teknologi seperti LG Electronics. Indeks Kospi .KS11 ditutup melemah 25,74 poin, atau 1,46%, di 1.734,79.
Kejatuhan yang dialami indeks Kospi tiga sesi berturut-turut diperkirakan tertahan, dimana rebound-nya Wall Street jadi pemicu aksi short covering. Tapi yang perlu diperhatikan adalah kecemasan yang sepenuhnya belum beranjak mengenai ketidakpastian ekonomi global. Kondisi saat ini pergerakan indeks masih rentan terhadap kabar positif maupun negatif.
Hang Seng Futures Kontrak Agustus (HSIQ0)
Indeks Hang Seng berakhir negatif kemarin, kejatuhan untuk keempat sesi berturut-turut, menyusul anjloknya Wall Street & data perumahan AS yang buruk. Saham komoditas bertumbangan menyusul kejatuhan indeks harga logam di London. London Metal Exchange Index, yang mengukur harga 6 logam termasuk tembaga & aluminium, turun 1,6% kemarin. Hal ini menekan saham seperti Aluminium corp of China, Jianxi Copper. Indeks Hang Seng .HSI ditutup melemah 23,73 poin, atau 0,11%, di 20.634,98.
Meski Wall Street ditutup menguat pada perdagangan semalam, diharapkan dapat menopang indeks Hang Seng untuk bergerak positif, pasca kejatuhan sebelumnya. Meski masih rawan sentimen negatif mengani ekonomi global.
Rekomendasi
NIKKEI
KOSPI
HANG SENG
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Krisis Eropa kembali menggelayuti regional
- Regional rally berkat data AS
- Wall Street flat, regional menanti payroll
- Data manufaktur angkat regional
- Data AS mengecewakan, regional tertekan
- Wall Street koreksi tipis, regional range terbatas
- Dow koreksi, regional fokus pertemuan Uni Eropa
- Data AS giring koreksi bursa Asia
- Pasca FOMC, bursa Asia masih positif
- Apple Hijaukan Regional
- Fokus Menkeu Eropa, Nikkei menguat
- Laju Nikkei tertahan
- Sentimen Positf Eropa & AS, bursa Asia melaju
- IMF, Goldman Sach Hijaukan Asia
- Penguatan Asia Mulai Terbatasi



