Para pejabat ECB tolak restrukturisasi Yunani

Tanggal May 19, 2011 / 10:49 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Berbeda dengan pejabat Uni Eropa, para pejabat ECB sepertinya masih mengharamkan opsi restrukturisasi utang Yunani. Mereka menganggap langkah itu bisa berdampak buruk ke seluruh Eropa. Penolakan ini dapat menambah ketidakpastian solusi untuk Yunani.

Salah satunya adalah Wakil Presiden Vitor Constancio, yang mengatakan konsekuensi dari kemungkinan restrukturisasi amatlah buruk. “Anda harus melihat beberapa contoh historis yang mengambil langkah restrukturisasi, konsekuensinya mengerikan, tidak hanya penurunan peringkat kredit negara yang bersangkutan, tapi juga kesulitan yang akan dihadapi oleh sektor perbankan untuk membiayai dirinya dan ekonomi,” katanya dalam jumpa pers kemarin di Brussels.

Ia menambahkan langkah itu juga bisa menyebabkan resesi besar, belum lagi efek penyebaran, yang akan lebih terlihat pada Eropa karena fakta benua itu menganut kesatuan moneter di mana sektor keuangan amatlah terkait satu sama lain. Menurutnya, pendekatan terbaik untuk Yunani adalah meningkatkan program penyesuaian ekonomi yang dimulai tahun lalu.

Yunani memang diharuskan untuk melakukan pemotongan pembelanjaan dalam rangka mengurangi defisit. Berita terbaru menyebutkan pejabat Yunani siap menggandakan jumlah pemotongan anggaran dalam rangka memangkas defisit. Yunani bahkan disebut menyewa konsultan privatisasi perusahaan.

Beberapa pejabat ECB lainnya juga menentang opsi restrukturisasi utang Yunani. Anggota dewan Lorenzo Bini Smaghi memperingatkan bila Yunani berhenti membayar utangnya, dampaknya akan membahayakan sistem keuangan seluruh Eropa.  Ia bahkan menyebut wacana restrukturisasi ringan untuk Yunani sebagai slogan kosong dan menyarankan Athena untuk terus melanjutkan konsolidasi dan upaya privatisasi.

Ia mengakui tugas Yunani amalah berat, tapi alternatifnya, yaitu gagal bayar dan tidak mampu membayar gaji pegawai negeri dan pensiunan, akan lebih buruk.

Sementara itu, anggota dewan lainnya Nout Wellink mengatakan restrukturisasi utang Yunani bisa memicu reaksi berantai ke negara dan perbankan Eropa. Menurutnya, perpanjangan waktu jatuh tempo bukan solusinya. “Eropa adalah kawasan dimana semua ekonomi, institusi keuangan dan pasar terkait,” katanya.

Seperti diketahui, para menteri keuangan Eropa beberapa hari yang lalu akhirnya mengakui bahwa Yunai perlu merestrukturisasi utangnya. Jean-Claude Juncker, Ketua Eurogroup, yang juga memimpin pertemuan menteri keuangan kemarin, mengatakan Yunani bisa mendapat “restrukturisasi ringan” bila mau melakukan reformasi besar dan mempercepat rencana privatisasi.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account