Pantai Gading Luncurkan Kontrak Forward Kakao di Januari 2012
Jakarta, Strategydesk - Bursa Komoditas bukan hanya dominasi negara pembeli, namun produsen agrikultur berhak menentukan harga jualnya.
Apabila harga yang berlaku saat ini terlalu rendah bagi para produsen maka tidak menguntungkan bagi petani untuk mengikuti acuan harga tersebut. Harga Kakao dunia di bursa New York telah turun sebanyak 40% dari level tertinggi $3700 pada bulan April 2011 lalu menjadi $2100 pada 17 Desember 2011. Harga yang wajar adalah harga rata-rata selama setahun terakhir yakni sekitar $2700 hingga $3000 per ton. Faktor terbesar yang menyebabkan penurunan harga tersebut adalah panen raya kakao di Pantai Gading dan Ghana sepanjang tahun 2011 yang menyebabkan surplus produksi kakao.
Namun, untuk ke depan di prediksi supply kakao dunia akan kembali deficit untuk dua tahun ke depan sehingga harganya akan menguat kembali ke level tertinggi di tahun 2011.
Menyusul perdagangan Kakao Futures yang dilakukan oleh Bursa Berjangka Jakarta 15 Desember lalu, Pantai Gading, produsen terbesar kakao dunia kini juga menentukan harga kakao nya sendiri dengan melakukan lelang elektronik penjualan forward (masa depan) . Lelang elektronik ini adalah upaya pemerintah Afrika untuk menstabilkan harga kakao yang telah terkoreksi selama enam bulan.
Pantai Gading mulai Januari 2012 akan meluncurkan "Kontrak Forward Kakao", melalui sistem lelang, langkah yang mengakhiri liberalisasi di produsen terbesar dunia itu.
“Penjualan eksternal mulai musim 2012/2013 akan dilakukan melalui sistem lelang terkomputerisasi. Operasi komersial akan dimulai pada Januari 2012,” menurut dokumen yang diumumkan oleh regulator CGFCC minggu lalu. “Sekitar 70-80% hasil musim yang dimulai pada Oktober 2012 akan dilelang dalam sesi dua hari,” katanya.
Langkah ini menandakan kembalinya negara itu ke regulasi yang lebih ketat sebagai upaya untuk menjamin petani mendapatkan minimum 60% harga ekspor dari produk mereka.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



