Output industri Jepang anjlok

Tanggal December 28, 2011 / 11:23 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Output industri Jepang merosot tajam pada Nopember karena gangguan jaringan distribusi yang disebabkan oleh banjir di Thailand. Selain itu, krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi global menambah derita.

Output industry turun 2,6% selama bulan itu, lebih besar dari proyeksi 0,8%, dan menyusul kenaikan 2,2% di Oktober, data pemerintah menunjukkan hari ini. Secara tahunan, produksi industrial  jatuh 4,0%, lebih besar dari prediksi 2,0% dan menyusul kenaikan 0,1% di Oktober.

Alhasil, Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) tetap berpandangan aktivitas produksi industry masih flat. Industri yang mengalami penurunan antara lain peralatan transportasi, peralatan komunikasi dan baja. Sedangkan untuk produknya adalah otomotif dan telepon seluler.

Banjit terburuk di Thailand dalam 70 tahun terakhir menjadi faktor yang mengurangi produksi, memangkas output perusahaan ternama seperti Sony dan Honda. Tapi perusahaan manufaktur yang disurvei METI tetap optimis dengan prospek dua bulan berikutnya, memperkirakan output rebound 4,8% pada Desember dan 3,4% di Januari.

Banjir di Thailand menggerus output pada Nopember, tapi proyeksi dua bulan ke depan itu menunjukkan perusahaan yakin mampu menutup kekurangan produksi. Permintaan ekspor mungkin lesu, tapi pembelanjaan rekonstruksi berpeluang mendukung produksi industrial tahun depan.

METI juga mengumumkan penjualan ritel ternyata turun 2,3% selama Nopember dari tahun lalu, mengindikasikan kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi mempengaruhi pembelanjaan konsumen.  Data lainnya memperlihatkan inflasi selama Nopember turun 0,5% dari tahun lalu. Sedangkan inflasi inti, di luar makanan dan energi, turun 1,1%. Hal ini mengindikasikan bahwa Jepang masih di jerat deflasi.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account