Obama kritik permainan Republik
Jakarta, Strategydesk - Presiden Obama memperingatkan kebuntuan politik soal menaikkan batas uang menjadi permainan berbahaya dan dunia mengamati.
Ia juga memperingatkan akan konsekuensi tidak menaikkan batas uang, yaitu penurunan rating AS dan kenaikan suku bunga. “Kita bisa memicu krisis ekonomi besar, yang disebabkan seluruhnya oleh Washington,” katanya.
Pemerintah AS menghadapi default bila Kongres tidak menaikkan batas utang $14,3 triliun sampai 2 Agustus nanti. Kubu Republik di Kongres terus menolak menaikkan batas utang kecuali diiringi dengan pemotongan pengeluaran yang besar.
Obama sepakat dengan rencana pengurangan defisit hingga $4 triliun selama satu dekade ke depan, tapi Republik menolak permintaannya penghematan juga harus datang dari kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan pemerintah.
Presiden juga menolak proposal Republik soal kenaikan jangka pendek sampai akhir tahun, di saat yang sama ia tetap negosiasi dengan kubu Demokrat untuk mencapai pengurangan defisit besar yang dibarengi dengan penambahan batas utang yang signifikan.
Dalam upaya memenangkan dukungan publik, Obama memperingatkan bila membiarkan AS default akan sembrono dan tidak bertanggung jawab. Tapi Ia juga tetap mengusung proposalnya, yang menyerukan kenaikan batas utang dengan pengurangan defisit berdasarkan pemotongan belanja dan kenaikan pajak.
Ia ingin batas utang dinaikkan hingga pemilu presiden tahun depan dan 2013. Menurutnya, penambahkan batas utang hanya untuk enam bulan tidak akan cukup untuk menghindari penurunan rating.
Selain itu, langkah ini dianggap nantinya hanya akan mengulang perdebatan enam bulan mendatang. “Berdasarkan apa yang kita lihat dalam beberapa minggu terakhir, kita tahu apa yang akan terjadi enam bulan nanti,” katanya. “Kongres akan kembali menolak mencegah default kecuali kita menerima pendekatannya.”
Menurutnya, kubu Republik tetap akan menolak menaikkan pajak pada orang kaya dan menuntut pemotongan program sosial seperti Medicare. “Ini permainan berbahaya dan kita tidak bisa membiarkan rakyat menjadi korban perang politik Washington,” ujarnya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



