Nowotny: Lembaga rating perburuk krisis
Jakarta, Strategydesk - Lembaga rating kredit telah memperburuk krisis di zona euro dan pasar keuangan bisa tetap hidup tanpa mereka, kata anggota dewan EVB Ewald Nowotny.
Nowotny, yang juga Gubernur Bank Sentral Austria, mengatakan dalam wawancara dengan salah satu stasiun TV negara itu, ia tidak perlu ke lembaga rating untuk menilai situasi ekonomi Yunani.
“Semua informasi ada dalam statistik publik dan apakah data itu akurat atau tidak, lembaga rating tidak menambah pengetahuan apapun, mereka hanya memberi opini,” katanya ke ORF. “Opini itu, mereka terus berikan dalam cara yang justru memperburuk krisis,” ujarnya sembari mengatakan dunia finansial bisa selamat di masa lalu tanpa pengaruh lembaga rating.
Akhir-akhir ini, lembaga rating terus menurunkan peringkat beberapa negara zona euro yang meneriman bailout, yaitu Yunani, Portugal dan Irlandia. Salah satu dianggap paling gencar adalah Moody’s Investor Service, yang telah menempatkan rating ketiga negara itu dalam status junk. Lembaga rating besar lainnya adalah Standard & poor’s (S&P) dan Fitch Ratings.
Kreditor berharap opsi partisipasi sukarela yang sedang dibahas Eropa tidak mendapat sebutan default. Beberapa negara seperti Jerman mensyaratkan bailout kedua untuk Yunani harus ada partisipasi investor. Sampai saat ini, lembaga rating menganggap segala bentuk kesepakatan, selama menyangkut roll over surat utang dan restrukturisasi, sama dengan default.
Pernyataan Nowotny mengulang kritik beberapa pejabat Eropa, yang menyebut adanya tanda-tanda bias terhadap Uni Eropa setelah Moody’s menurunkan peringkat Portugal ke status junk. Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan cara untuk melepas ketergantungan dengan perusahaan rating AS.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



