Nikkei masih terjebak di zona merah

Tanggal December 29, 2011 / 2:49 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Indeks Nikkei masih mencatat hasil negatif, kali ini akibat apresiasi yen dan kekhawatiran lelang obligasi Italia akan buruk di tengah sepinya pasar karena akhir tahun.

Yen menguat terhadap dollar dan euro, bahkan mencapai level tertinggi dalam 10 tahun terakhir atas mata uang tunggal Eropa itu. Penguatan yen ini mencerminkan risk aversion karena kehawatiran mengenai krisis utang Eropa. Selain itu, ada spekulasi satu atau lebih negara zona euro akan kehilangan rating topnya.

Investor mengantisipasi hasil lelang obligasi tenor 10 tahun Italia, yang dikhawatirkan tidak akan laku karena sepinya pasar menjelang akhir tahun. Dengan yield-nya yang masih dekat 7%, hasil buruk lelang itu berpotensi menekan Wall Street nanti malam dan bursa Jepang besok.

Indeks Nikkei ditutup melemah 0,3% di 8.398,89. Sedangkan indeks Topix naik 0,1% ke 722,12.  Emiten eksportir yang punya pangsa besar di Eropa bertumbangan. Volume perdagangan tetap rendah, dengan hanya mencapai 973 juta saham, tapi naik dari level Selasa lalu yang hanya 807,2 juta saham, terendah dalam tujuh tahun terakhir.

Sementara itu di Seoul, indeks Kospi berakhir flat hari ini, dalam perdagangan terakhir tahun ini, di mana aksi window dressing berhasil menutupi kecemasan yang muncul soal krisis utang Eropa dan data output yang mengecewakan. Indeks Kospi ditutup menguat 0,03% di 1.825,74.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account