Nikkei makin terjungkal

Tanggal August 31, 2010 / 3:05 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Indeks Nikkei semakin terjungkal, mencatat penurunan terbesarnya dalam 3 bulan terakhir ke level terendah dalam 16 bulan terakhir.

Kejatuhan Wall Street, kecemasan mengenai kondisi ekonomi  dan penguatan yen menjadi faktor yang menghantam indeks tersebut. Selain itu, kejatuhan ini juga mencerminkan kekecewaan pasar atas langkah BOJ yang dinilai kurang untuk meredam laju yen.

Dengan melambatnya ekonomi AS, pasar melihat semakin terancam ekonomi Jepang. Kekecewaan pasar datang setelah BOJ menambah dan memperpanjang program pinjamannya. Langkah ini dianggap kurang efektif. Janji pemerintah untuk menggunakan dana cadangan untuk lapangan kerja juga gagal mengesankan pasar.

Indeks Nikkei ditutup melemah 325,20 poin, atau 3,55%, ke 8824,06. Itu merupakan penurunan terbesar sejak awal Juni ke level terendah sejak April 2009. Sedangkan indeks Topix turun 3% ke 804,67.

Pasar menuntut  tindakan lebih dari pemerintah dan BOJ, yang dianggap kurang tegas meredam laju yen. Salah satu langkah yang diharapkan pasar adalah intervensi. Yen kembali mendekati level 83 per dollar, mencerminkan langkah BOJ tidak efektif.

Pelaku pasar juga melakukan aksi jual menjelang data ekonomi AS minggu ini, dan salah satu yang dinantikan adalah data ketenagakerjaan.

Sementara itu di Korsel, indeks Kospi juga berakhir negatif, dihantam kejatuhan saham bank dan teknologi. Sentimen tertekan karena kejatuhan Wall Street dan kecemasan mengenai kondisi ekonomi dunia.

Namun, Hyundai Departemen menguat berkat suksesnya IPO Hyundai Homesopphing. Indeks Kospi ditutup melemah 17,38 poin, atau 0,99%, di 1.742,75.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account