Nikkei koreksi karena profit taking, earnings
Jakarta, Strategydesk - Indeks Nikkei terkoreksi hari ini menyusul jatuhnya saham eksportir karena apresiasi yen, dan investor melakukan aksi ambil untung.
Yen menguat terhadap dollar setelah the Fed mengumumkan perbelakukan suku bunga rendah hingga 2014 dan membuka peluang stimulus tambahan. Penguatan yen membuat produk Jepang menjadi lebih mahal dan menggerus pendapatan eksportir.
Indeks juga jatuh setelah Fanuc mengumumkan laporan keuangan yang dianggap buruk. Produsen robot industri itu menekan indeks dengan turun 2% setelah kinerjanya mengecewakan investor. Tapi saham Tokyo Electric Power (Tepco) melonjak 5,5% setelah ada berita pemerintah Jepang akan mengambil 2/3 saham di perusahaan itu, dalam salah satu bailout terbesar dunia di luar sektor perbankan.
Indeks Nikkei ditutup melemah 0,4% di 8.849,47, setelah menguat 1,1% ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, mencatat penguatan dalam 6 dari 7 sesi terakhir. Sedangkan indeks Topix juga turun 0,4% ke 764,61.
Sementara itu di Seoul, indeks Kospi berhasil mencatat hasil positif, dengan kinvestor asing masih terus memburu saham menyusul rencana the Fed memberlakukan bunga rendah sampai 2014. Tapi penguatan terhambat oleh data PDB Korsel yang meningkatkan kecemasan mengenai laba perusahaan. Indeks Kospi ditutup menguat 0,25% di 1.957,18.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng masih merana
- Nikkei stabil, Kospi rebound
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei
- Eropa, China pukul Hang Seng
- Nikkei melorot, sempat ke bawah 9.000



