Nikkei koreksi karena profit taking, earnings

Tanggal January 26, 2012 / 2:59 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Indeks Nikkei terkoreksi hari ini menyusul jatuhnya saham eksportir karena apresiasi yen, dan investor melakukan aksi ambil untung.

Yen menguat terhadap dollar setelah the Fed mengumumkan perbelakukan suku bunga rendah hingga 2014 dan membuka peluang stimulus tambahan. Penguatan yen membuat produk Jepang menjadi lebih mahal dan menggerus pendapatan eksportir.

Indeks juga jatuh setelah Fanuc mengumumkan laporan keuangan yang dianggap buruk. Produsen robot industri itu menekan indeks dengan turun 2% setelah kinerjanya mengecewakan investor. Tapi saham Tokyo Electric Power (Tepco) melonjak 5,5% setelah ada berita pemerintah Jepang akan mengambil 2/3 saham di perusahaan itu, dalam salah satu bailout terbesar dunia di luar sektor perbankan.

Indeks Nikkei ditutup melemah 0,4% di 8.849,47, setelah menguat 1,1% ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, mencatat penguatan dalam 6 dari 7 sesi terakhir. Sedangkan indeks Topix juga turun 0,4% ke 764,61.

Sementara itu di Seoul, indeks Kospi berhasil mencatat hasil positif, dengan kinvestor asing masih terus memburu saham menyusul rencana the Fed memberlakukan bunga rendah sampai 2014. Tapi penguatan terhambat oleh data PDB Korsel yang meningkatkan kecemasan mengenai laba perusahaan. Indeks Kospi ditutup menguat 0,25% di 1.957,18.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account