Nikkei anjlok 17% di 2011
Jakarta, Strategydesk - Indeks Nikkei mencatat hasil positif hari ini, tapi mengalami kejatuhan 17% selama 2011, yang penuh dengan gejolak yang diwarnai bencana alam yang juga memicu krisis nuklir, dan krisis utang Eropa.
Dalam perdagangan terakhir 2011, indeks Nikkei terangkat oleh data ekonomi AS, yang mengindikasikan perbaikan ekonomi terbesar dunia itu. Data seperti initial jobless claim, pending home sales dan indeks PMI Chicago menyusul data lainnya dalam memperlihatkan ekonomi AS bisa membaik memasuki tahun depan.
Indeks Nikkei ditutup menguat 0,7% di 8.455,35. Tapi untuk tahun ini, indeks itu anjlok 17%. Sedangkan indeks Topix naik 0,9% ke 728,61. Secara tahunan, indeks tersebut merosot 18%. Kedua indeks mencatat kinerja terburuk sejak 2008.
Volume transaksi juga rendah di hari perdagangan terakhir tahun ini, dengan hanya 838,7 juta saham berpindah tangan.
Untuk tahun depan, saham Jepang diperkirakan punya peluang membaik. Saham Jepang bisa menguat tahun depan untuk pertama kalinya sejak 2009, dengan para analis memperkirakan kenaikan untuk indeks Topix, karena dengan valuasi terendah dalam tiga tahun terakhir saat ini, bisa menarik minat investor.
Faktor yang dapat menjadi penopang saham adalah pembelanjaan rekonstruksi. Pertumbuhan bisa datang dari aktivitas rekonstruksi dari gempa dan tsunami. Tapi penguatan saham akan ditantang oleh apresiasi yen dan faktor eksternal seperti Eropa.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng masih merana
- Nikkei stabil, Kospi rebound
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei
- Eropa, China pukul Hang Seng
- Nikkei melorot, sempat ke bawah 9.000



