Moving Average Bag 2: Trading menggunakan MA
Sebagai Lagging Indicator, Moving Average cenderung baik dalam mengidentifikasi dan mengikuti trend, namun kurang baik dalam ranging market. Karena ini, trader sering menggunakannya untuk trend trading dan mengidentifikasi area support dan resistance, yang dapat menunjukan keberlanjutan atau pembalikan tren.
Trader biasanya menggunakan Moving Average untuk mengidentifikasi trend lalu trading mengikuti tren tersebut. Meski trader cenderung menggunakan Moving Average dengan teknik lainnya yang sudah pernah kita pelajari sebelumnya dan akan pelajari nanti, cara paling umum dalam menggunakan Moving Average tersendiri adalah beli ketika harga bergerak di atas garis Moving Average dan jual ketika harga bergerak bawah garis itu. Untuk konfirmasi, trader biasanya menunggu harga close di atas garis Moving average sebelum masuk posisi long dan closing di bawah garis itu sebelum masuk posisi short.
Contoh trading menggunakan Moving Average
Cara kedua menggunakan Moving Average adalah dengan mengidentifikasi support dan resistance kemudian melakukan eksekusi ketika harga menembus level tersebut, menunggu potensi reversal tren. Ketika harga menunjukan kedekatan dengan garis Moving Average dengan menguji garis Moving Average beberapa kali, lalu menembus level itu, trader melihat ini sebagai tanda tren mulai berbalik dan bersiap mengambil posisi yang sesuai.
Contoh trading menggunakan support dan resistance Moving Average
Cara terakhir yang digunakan trader adalah dengan memasukan Moving Average berperiode panjang dan periode pendek dalam grafik dan trading ketika kedua garis bersinggungan (cross). Caranya adalah mengambil posisi long ketika garis MA berperiode lebih pendek menembus garis MA berperiode lebih panjang dari bawah dan mengambil posisi jual ketika garis MA panjang memotong garis MA pendek dari atas.
Contoh Cross dalam Moving Average

Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- LONG EURO SHORT DOLLAR
- GOLD: EUFORIA TERBESAR SEJAK BOOMING MINYAK 2008
- Menjelang peluncuran kakao futures di BBJ
- Indikator Teknikal: Fibonacci Retracement
- Indikator Teknikal: Parabolic SAR
- Indikator Teknikal: Moving Average Convergence Divergence (MACD)
- Reality Check (Mengenal ‘Angka Konsensus’ sebagai Standar Kinerja Emiten)
- Indikator Teknikal: Average Directional Movement Index (ADX)
- Moving Average Bag 2: Trading menggunakan MA
- Indikator Teknikal: Moving Average Bag. 1
- Dow Theory Bag. 3 (3 prinsip kedua Teori Dow)
- Dow Theory Bag.2
- Teknik Trading Chart Pattern (Bagian 2)
- Teknik Trading Chart Pattern (Bagian 1)
- Analis Teknikal: Dow Theory Bag. 1



